“COLA” ORANGUTAN YANG DIPULANGKAN DARI THAILAND, BEGINI KONDISINYA SEKARANG

ANEWS, Tanjung Redeb – Kurang lebih satu tahun berlalu saat dipulangkan pada 21 Desember 2019 lalu, orangutan berjenis kelamin betina bernama Cola yang merupakan korban perdagangan satwa di Thailand kini sudah mernjalani masa rehabilitasi di pusat rehab Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA) yang berada di kawasan Kilometer 35, Kampung Merasa, Kelay.

Terhitung, sejak Januari 2020 di pusat rehabilitasi BORA Cola yang merupakan primata dilindungi yang kini berusia 12 tahun itu, dinyatakan sehat oleh tim medis di pusat rehabilitasi setelah menjalani rangkaian tes kesehatan sesuai indikator yang telah ditetapkan.

Manajer Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA), Widi Nursanti dalam keterangan pressnya menyampaikan, sejauh ini perkembangan yang ditunjukkan oleh Cola sangat jauh pesat dibanding sebelumnya saat berada di Thailand.

“Melihat perkembangan Cola setelah beberapa kali monitoring dari yang awalnya tidak mengenal hutan sampai terus dia bisa mengeksplorasi (penjelajahan, red) ini pohon apa?, daun apa? Dia rasakan. Dan itu menjadi poin kalau memang insting dia sebenarnya masih ada tapi tinggal kita nanti memberikan stimulan itu seperti apa,” jelasnya kepada awak media, Jumat (12/03/2021).

Ia selaku relawan yang tergabung dalam pusat perlindungan orangutan atau biasa dikenal dengan Centre for Orangutan (COP) mengaku optimis, dapat mengembalikan sifat alami Cola tersebut. hingga nantinya bisa dilepasliarkan ke alam.

“Hampir sama dengan progres orangutan yang lebih dulu masuk direhab, cuma yang kini menjadi PR (Pekerjaan Rumah, red) lagi adalah sifatnya yang cukup agresif sesama orangutan lainnya,” katanya.

Menanggapi itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah 1 Berau, Dheny Mardiono mengatakan, meski upaya rehabilitasi yang diberikan oleh tim relawan cukup panjang dan menguras tenaga, namun dapat memperlihatkan hasil yang berbeda dari sebelumnya.

“Cola yang sekarang berada di tempat rehabilitasi BORA milik COP tersebut perkembangannya sudah bagus sekali sehingga kita perlu sampaikan ke masyarakat bahwa kami (BKSDA, red) bersama COP serius untuk melakukan rehabilitasi ini. Penangannya kami lakukan hati-hati dan sesuai prosedur semuanya,” kata Dheny.

“Dan semoga ke depan orangutan Cola ini dapat beradaptasi dengan baik dan bisa kita lepasliarkan di alam, walaupun ia lahirnya bukan di Kalimantan,” harapnya.(miko)

Bagikan
bodrum escort - eskişehir esc - mersin escort - mersin escort bayan - mersin esc