Follow kami di google berita

Pekerja Berpenghasilan Tinggi Diingatkan Potensi Penyalahgunaan Narkoba

Pekerja Berpenghasilan Tinggi Diingatkan Potensi Penyalahgunaan Narkoba

TANJUNG REDEB – Penyalahgunaan Narkoba di lingkup kerja yang banyak menyasar pekerja berpenghasilan tinggi, perlu diwaspadai. Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, saat hadir dalam pengukuhan operator mekanik salah satu perusahaan tambang di Berau.

Ia mengingatkan, bahwa penghasilan yang mapan justru bisa berpotensi menjadi celah yang dimanfaatkan oleh pengedar, untuk menjerat para pekerja terutama di sektor pertambangan.

“Makanya kami sampaikan, untuk peredaran narkoba ini segmennya memang orang yang secara mapan secara pendapatan,” kata Said, Jumat (29/8/2025).

Dikatakannya, karyawan tambang adalah contoh kalangan yang cukup mapan secara ekonomi, namun juga memiliki tingkat stres dan tekanan kerja yang tinggi. Sehingga, ini bisa membuat mereka lebih rentan terhadap bujuk rayu penggunaan narkoba, apalagi jika dijanjikan narkoba yang dikonsumsi akan memberikan tenaga atau konsentrasi ekstra dalam bekerja.

“Karyawan-karyawan tambang itu kami yakin secara penghasilan mereka cukup mapan. Apalagi kalau mereka diiming-imingi bekerja lebih maksimal, bisa saja mereka tergiur,” ungkapnya.

Namun, dirinya menegaskan bahwa penggunaan narkoba bukanlah solusi, melainkan jebakan yang dapat berujung pada kerugian besar, baik dari segi hukum maupun karir.

Karena kalau sampai terbukti menggunakan narkoba, risikonya cukup besar. Pidana dan mereka otomatis akan diberhentikan dari perusahaan tempatnya bekerja.

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah-langkah pengawasan yang telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Kabupaten Berau sejauh ini. Termasuk pembinaan dan pelaksanaan tes narkoba secara berkala kepada para karyawan.

“Selama ini perusahaan itu cukup ketat ya. Melakukan pembinaan, kemudian melakukan tes. Termasuk juga di lingkungan pemerintahan,” katanya.

Said pun berharap agar semua pihak, terutama manajemen perusahaan, terus menjaga ketat pengawasan terhadap karyawan, dan menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba.

“Artinya, perusahaan pasti akan memerlukan tenaga kerja yang memiliki disiplin, yang tidak terlibat dengan narkotika, termasuk pidana lainnya,” tandasnya. (Adv/fan)

Bagikan

Subscribe to Our Channel