TANJUNG REDEB – Selain pelayanan yang dinilai minus, pengelolaan manajemen RSUD Abdul Rivai pun disorot habis-habisan. Keterlambatan pembayaran hingga tak digaji para tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di rumah sakit itu pun diangkat ke publik.
“Saya pastikan itu tidak benar. Kami tidak pernah tidak membayarkan gaji nakes yang mengabdi di RSUD Abdul Rivai ini,” tegas Direktur RSUD Abdul Rivai, dr.Jusram ditemui Selasa (21/4/2026) siang di ruang kerjanya.
Jusram menyebut jika seluruh karyawan baik nakes maupun non nakes tidak ada yang tertunda pembayaran gajinya, karena itu sudah menjadi hak yang wajib diberikan.
“Mungkin yang dimaksud itu jasa. Dan harus dibedakan antara gaji dan jasa. Kalau gaji itu sudah ada regulasi jelasnya dan juga kontrak kerjanya. Kita tidak mungkin melanggar regulasi itu,” ujarnya.
Dijelaskannya, untuk pembayaran gaji tidak bergantung pada pelayanan yang diberikan atau bukan berdasarkan jumlah pasien yang dilayani.
“Kalau jasa, itu sifatnya fluktuatif (tidak tetap) bergantung pada jumlah pasien dan pelayanan yang diberikan. Pembayaran jasa juga tergantung kemampuan faskes atau RS. Kalau banyak pemasukan, pasti banyak juga yang dibayarkan,” ungkapnya.
Untuk jasa pelayanan, beberapa waktu lalu memang sempat ada penundaan. Namun semua nakes sudah dipanggil untuk duduk bersama. Dan sudah ada kesepakatan bahwa nantinya ada pembayaran 2 kali dalam sebulan khusus untuk jasa.
“Dan ini sudah ditunaikan sejak Oktober 2025 lalu dan sampai sekarang tidak ada masalah, dan konsisten dibayarkan,” imbuhnya.
Jusram mengatakan jika saat ini RSUD Abdul Rivai tengah menjadi perhatian hingga ke nasional lantaran adanya isu ini. Namun dirinya memastikan jika meskipun ada beban utang obat, tidak akan menggangu gaji nakes. (Ard)













