Follow kami di google berita

YJI ‎Berau Ditantang Tekan Risiko Penyakit Jantung

TANJUNG REDEB – ‎Pelantikan pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kabupaten Berau bukan sekadar agenda seremonial organisasi.

‎Di balik itu, ada tantangan besar yang menanti yaitu menekan risiko penyakit jantung, yang masih menjadi salah satu ancaman kesehatan utama di Kabupaten Berau.

‎Ketua YJI Cabang Berau, Hj Sri Aslinda Gamalis, menegaskan bahwa amanah yang kini diemban bukan hanya soal menjalankan roda organisasi, tetapi tentang bagaimana membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak dini.

‎“Ini adalah tanggung jawab besar bagi kami,” tegas Sri Aslinda.

‎Menurutnya, penyakit jantung tidak lagi bisa dipandang sebagai ancaman yang hanya menyerang kelompok usia lanjut.

‎Pola hidup yang kurang sehat, minim aktivitas fisik, hingga kurangnya kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan dini menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian serius.

‎”Kami berkomitmen akan ada program yang menyentuh langsung masyarakat,” ujarnya.

‎Fokus utama yang akan diperkuat adalah edukasi tentang kesehatan jantung, kampanye pola hidup sehat, serta kegiatan fisik rutin seperti senam jantung sehat.

‎Dirinya menilai, edukasi menjadi langkah penting untuk menekan angka risiko penyakit jantung.

‎Sebab, pencegahan selalu jauh lebih efektif dibanding penanganan saat kondisi sudah memburuk.

‎“Kami ingin meningkatkan promosi kesehatan jantung melalui kampanye yang lebih aktif, edukasi tentang faktor risiko penyakit jantung, hingga mendorong masyarakat membiasakan olahraga secara rutin,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, kerja besar ini tidak bisa dilakukan sendiri. Yayasan Jantung Indonesia harus membangun kolaborasi yang kuat dengan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga media.

‎Menurutnya, keterlibatan semua pihak menjadi kunci agar gerakan hidup sehat benar-benar tumbuh sebagai budaya di tengah masyarakat Berau.

‎“Keberhasilan program dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak,” katanya.

‎Sri Aslinda juga menegaskan, pelantikan pengurus hari ini harus dimaknai sebagai titik awal pengabdian dan kerja nyata.

‎Bukan berhenti pada seremoni, melainkan langkah awal menghadirkan gerakan konkret yang berdampak bagi masyarakat.

‎“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial,” pungkasnya.

‎Dengan tantangan penyakit jantung yang terus meningkat, kehadiran YJI Berau diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan di Berau. (Akm)

Bagikan

Subscribe to Our Channel