Follow kami di google berita

Dari Sampah ke Rupiah, Bupati Dorong Sampah Jadi Bisnis

TANJUNG REDEB – Sampah kini menjadi peluang ekonomi sekaligus sumber energi alternatif bagi masa depan daerah. Pengelolaan sampah modern dapat menjadi salah satu solusi strategis untuk pembangunan.

Hal itu ditegaskan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, Berau sebagai daerah yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan sumber daya alam membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat, khususnya dari perusahaan-perusahaan yang selama ini beroperasi di wilayah Bumi Batiwakkal.

“Banyak perusahaan yang mengambil potensi dari wilayah kami, dan yang kami minta adalah kolaborasi,” tegasnya saat sambutan di agenda Berau Circular Future 2045 terlaksana di Hotel Mercure, Senin (29/6).

Sri Juniarsih juga menekankan, penguatan industri pengolahan menjadi langkah penting yang harus didorong bersama.

“Salah satu sektor yang memiliki peluang besar yaitu pengelolaan sampah berbasis teknologi,” ungkapnya.

Ia menilai, sampah yang selama ini dianggap masalah, justru dapat menjadi aset ekonomi jika dikelola secara modern dan terintegrasi.

“Kita ingin mengubah dari darurat sampah menjadi energi alternatif untuk Berau ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, pengolahan sampah modern bukan sekadar soal pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat dan daerah. Bahkan, sampah disebut berpotensi diolah menjadi energi listrik.

“Sampah ini bisa dikelola secara modern, bahkan bisa menjadi tenaga listrik,” katanya.

Lebih jauh, Sri Juniarsih mengungkapkan teknologi pengelolaan sampah kini semakin berkembang, termasuk mesin pengelola sampah yang dapat memberikan nilai ekonomi langsung kepada masyarakat.

Dengan harga pengadaan mesin sekitar Rp400 juta, masyarakat nantinya dapat menyetorkan sampah ke mesin tersebut dan memperoleh imbalan uang.

Konsep ini dinilai menarik karena mendorong perubahan pola pikir masyarakat dalam memandang sampah.

“Ini punya daya tarik besar karena ada nilai rupiahnya. Sampah yang disetor ke mesin bisa ditukar dengan uang,” jelasnya.

Bupati menegaskan, keberhasilan program ini tidak mungkin berjalan tanpa kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, swasta, masyarakat, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Ia berharap dukungan Forkopimda dapat memperkuat aspek legal, kelembagaan, hingga pengawasan dalam implementasi program ke depan.

“Saya harap kerja sama ini tidak berhenti di tahap wacana atau perencanaan semata,” tegasnya.

Menurutnya, seluruh gagasan harus diterjemahkan ke dalam roadmap yang jelas, mulai dari kelembagaan hingga pengembangan teknologi kawasan industri.

“Kerja sama ini harus ada roadmap yang jelas, kelembagaan yang kuat, dan teknologi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Sri Juniarsih optimistis, jika dikelola serius dan konsisten, pengelolaan sampah modern dapat menjadi salah satu kekuatan baru bagi Berau untuk bersaing dengan daerah lain.

Ia bahkan memiliki visi besar agar sampah tak lagi identik dengan beban, melainkan menjadi sektor bisnis baru yang produktif.

“Saya ingin sampah ini menjadi bisnis,” pungkasnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Berau tengah mengarah pada transformasi baru dari daerah yang bergulat dengan persoalan sampah menuju kabupaten yang mampu mengubah limbah menjadi sumber nilai ekonomi dan energi masa depan. (Akm)

Bagikan

Subscribe to Our Channel