SAMARINDA – Hewan langka yang semakin sulit ditemui di Kalimantan, menjadi perhatian semua pihak, tak terkecuali dari HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia). HKTI Kaltim pun menginisiasi untuk menyelamatkan hewan langka itu.
Bahkan, untuk menunjukkan keseriusan itu, dengan menggandeng Pemerintah Provinsi Kaltim, HKTI mempersiapkan lahan khusus yang akan diperuntukkan khusus untuk penangkaran hewan langka.
“Karena HKTI pada dasarnya untuk menjembatani petani dan peternak khususnya di Kaltim, agar bisa semakin berkembang. Kami menyambut baik sinergi dan kolaborasi yang dijalankan bersama Pemprov Kaltim,” ujar Ketua DPD HKTI Kaltim, Rusianto saat mengunjungi bakal calon lahan penangkaran di Bantuas, Samarinda beberapa waktu lalu.
HKTI, dikatakan Rusianto siap memberikan dukungan penuh untuk program ini. Terlebih dengan terus meningkatkan kebutuhan daging oleh konsumen dan masyarakat di Kaltim. Sehingga, dengan penangkaran yang dilakukan otomatis bisa meningkatkan populasi untuk mencukupi kebutuhan konsumsi daging tersebut.
“Kita punya sarpras dan fasilitas yang memadai. Kami support penuh pengembangan komunitas penting bagi pangan seperti sapi, agar bisa memenuhi kebutuhan tak hanya di daerah tapi juga di pasar nasional,” tambahnya.
Rencana kolaborasi antara HKTI dan pemprov ini adalah selain pengembangan penangkaran hewan langka, juga penguatan sektor peternakan di Kalimantan Timur. Seperti peningkatan populasi rusa sambar, pengembangan domba, dan pengelolaan sapi.
Program ini dihubungkan dengan kebijakan perlindungan, yang tercantum dalam SK Kementan dan dukungan teknis seperti pemetaan genetik oleh Universitas Mulawarman.
Selain itu, juga ada pengembangan domba untuk konsumsi lokal. Perkembangan peternakan domba disebut mengalami kenaikan minat masyarakat dan potensi pemasukan yang signifikan. Bahkan, angka peningkatan sensitivitas data masuk ke Kaltim mencapai 400 persen, sebagai indikasi permintaan atau pergerakan yang besar terhadap domba.
Yang terpenting juga adalah pentingnya pengelolaan sapi, khususnya sapi Bali yang mendominasi populasi sapi di Kaltim sekitar 80 persen.
Peran dan kesiapan HKTI adalah untuk berperan sebagai fasilitator dan jembatan antara pemerintah dan petani atau peternak dalam pengembangan populasi hewan. Fasilitas dan sarana milik HKTI yang dapat dimanfaatkan, serta niat untuk menjadikan inisiasi ini sebagai cikal bakal sentra peternakan di Kaltim. (Ard)













