Laporan Dugaan Pengubahan Angka Meteran oleh Oknum PDAM, Ini Tanggapan Saipul Rahman Sanksi Terberatnya Pemecatan

Kantor PDAM Berau (Foto Istimewa)

ANews, Tanjung Redeb – Menduga adanya permainan yang dilakukan oknum yang bekerja di Perumda Batiwakkal, membuat Mantan Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Batiwakkal, Rusli Andar, melaporkan hal tersebut ke kepolisian Polres Berau.

Dugaan yang dimaksud yakni, pengubahan angka meteran pembayaran yang dilakukan oleh masyarakat. ia mencontohkan, dari meteran masyarakat mencapai 500 kubik, namun saat data di lapangan masuk ke entri, kemudian diubah pemakaiannya, mencapai 50 kubik.

Permainan meteran yang diduga dilakukan oleh oknum PDAM tersebut, bisa merugikan negara, karena PDAM sendiri, kerugiannya masuk ke dalam negara.

“Inikan merugikan negara,” katanya, Senin (24/5/2021).

“Karena hanya orang tertentu yang bisa masuk kedalam program tersebut. Memang di lapangan difoto, tapi dientri tetap di kantor untuk data pemakainnya,” tambahnya.

Rusli memastikan, dugaan penyelewengan data tersebut, menggunakan program yang ada di Perumda Batiwakkal, dan hanya orang tertentu yang bisa mengakses sistem tersebut.

Kata dia, kemungkinan ada permainan antara petugas lapangan dan pemegang password program tersebut.

“Saya dititipkan data oleh Direktur PDAM sebelumnya,” ujarnya.

Diungkapkan Rusli, sebelumnya temuan tersebut sudah dilaporkan kepada direktur yang menjabat saat ini, yakni Saipul Rahman, bahkan sejak awal pelantikan 2019 lalu. Namun, ia menganggap ada pembiaran dari pihak direktur.

“Saya menilai, adanya pembiaran dalam hal ini. mestinya harus ada tindakan tegas dari direktur,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Batiwakkal, Saipul Rahman mengatakan, dirinya belum mendapatkan laporan apapun terkait dengan dugaan penyelewengan data tersebut.

Direktur Perumda PDAM Berau, Saipul Rahman

“Kalau kami ada sistemnya, jadi data di meteran itu, diverifikasi staf di kantor,” paparnya.

Disinggung mengenai, adanya kemungkinan bawahannya bermain tanpa sepengatahuannya, ia mengatakan, kalau untuk bermain nakal di Perumda Batiwakkal, sulit, terkecuali ada dua orang lebih yang bermain.

“Saya belum tahu kejadian tersebut. Kalau menurut saya, jika memang ada permainan, pasti lebih dari satu orang,” katanya.

Kalaupun benar adanya, oknum Perumda Batiwakkal yang bermain, tentu ada konsekuensinya yang harus ditanggung, namun diakui Saipul, hingga kini belum ada laporan terkait masalah tersebut.

“Sanksi terberatnya pemecatan. Semua kan ada mekanismenya,” tandasnya.(mik)

Bagikan