TANJUNG REDEB – Kondisi lahan di Kabupaten Berau semakin kritis, terlebih untuk area yang jadi eks operasional tambang. Untuk itu, Bupati Berau Sri Juniarsih mengajak masyarakat untuk bersama-sama melestarikan lingkungan.
Menurutnya, pelestarian lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
“Kerusakan yang ditinggalkan tambang ilegal tidak bisa kita biarkan. Kita semua harus terlibat dalam proses pemulihannya. Menanam satu pohon adalah tindakan kecil yang punya dampak besar,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Berau, lebih dari 1.500 hektare lahan kritis tersebar di berbagai kecamatan akibat pembukaan tambang ilegal, khususnya batu bara.
Lahan bekas tambang terbengkalai tanpa reklamasi, menyebabkan erosi, pencemaran air, dan rusaknya habitat satwa liar. Bahkan, beberapa Kampung di Kecamatan Kelay dan Segah bahkan mengalami penurunan debit air bersih serta pencemaran sungai akibat limbah tambang.
“Harus ada tindakkan untuk mengembalikan hutan kita. Satu pohon satu warga, saya yakin kepala kampung bisa lakukan itu,” tegasnya. (Adv/fan)













