Kasus Kematian Ibu Melahirkan di Berau Tahun 2022 Masih Terjadi, Segini Jumlahnya

A-News.id, Tanjung Redeb – Kasus kematian pada ibu melahirkan dan bayinya di tahun 2022 di Kabupaten Berau masih terjadi. Namun begitu diakui jumlahnya lebih sedikit dibanding tahun 2021 dan lebih banyak dari tahun 2020, Rabu (14/12/2022).

Dinas Kesehatan Berau melalui Bidang Kesehatan Masyarakat mencatat, hingga Desember 2022 kasus kematian ibu melahirkan sudah 9 kasus. Data tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2021 sebanyak 16 kasus, sedang di tahun 2020 ada 8 kasus. Kondisi ini menjadi sorotan oleh pihak dinas untuk ditangani agar angkanya tidak bertambah di tahun mendatang.

Seperti yang diungkapkan, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Berau Suhartini, langkah untuk mengurangi angka tersebut Dinas Kesehatan kini melakukan audit material perinatal (AMP) yakni menelusuri sebab kematian dan kesakitan ibu dan bayi selama proses kehamilan.

Dari upaya tersebut diketahui jika penyebab kematian pada ibu melahirkan dan bayinya antara lain yakni akibat tekanan darah tinggi semasa kehamilan, pendarahan saat melahirkan dan sebagian lagi disebabkan oleh penyakit tuberkulosis paru-paru.

Tak hanya AMP, Kementerian kesehatan sendiri dikatakan Suhartini telah mengeluarkan kebijakan untuk menambah pemeriksaan ANC dari 4 menjadi 6 kali. ANC atau antenatal care merupakan perawatan ibu dan janin selama masa kehamilan.

“Kita harapkan dengan adanya pemeriksaan dokter segala risiko itu bisa segera diidentifikasi dan dilakukan pencegahan,” katanya.

Langkah pencegahan pun dilakukan sejalan dengan penambahan fasilitas kesehatan. Saat ini tengah berjalan adalah pengadaan alat ultrasonografi (USG) ke 20 puskesmas yang ada di Kabupaten Berau.

Tentu dengan adanya peralatan yang memadai itu diharapkan juga diiringi dengan penambahan tenaga dokter, sebab menurut pengamatan kabid kesmas beberapa puskesmas yang ada masih minim dengan tenaga kesehatan dokter.

“Tentunya dengan adanya pembenahan fasilitas itu juga harus dibarengi dengan peningkatan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Mengurangi ancaman kematian, ibu hamil diminta secara rutin memeriksakan diri ke layanan kesehatan, menimbang berat badan, termasuk menghindari stres.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat supaya betul-betul disiapkan untuk kehamilannya, pada saat kehamilan lakukan ANC tadi sebanyak 6 kali, kemudian perhatikan juga pola asupan seperti gizi dan vitamin,” tandasnya. (mik)

Bagikan