Masalah Anggaran Lagi-lagi Jadi Kendala Dinas Perkim Tuntaskan PR Relokasi Kawasan Kumuh

A-News.id, Tanjung Redeb – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Berau secara bertahap akan menertibkan kawasan kumuh yang masih ada di Kabupaten Berau. Itu menjadi pekerjaan rumah pemerintah karena masih terdapat banyak kawasan kumuh di Berau yang belum tertata, Rabu (14/12/2022).

Hasil identifikasi dinas di lapangan, selain kawasan perkotaan yang menjadi fokus utama, ada tiga wilayah yang juga akan masuk rencana penertiban seperti Kampung Kasai dan Tanjung Batu di Kecamatan Pulau Derawan dan Kecamatan Talisayan. Tiga wilayah itu masuk ke perencanaan karena menjadi wilayah transit wisatawan yang akan berkunjung ke daerah wisata.

Untuk di Kampung Tanjung Batu saja misalnya, yang merupakan salah satu tempat singgah wisatawan yang akan berlibur ke Derawan dan Maratua masih banyak dijumpai bangunan kumuh di sekitarnya. Apalagi seperti Kasai yang masuk menjadi Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN).

Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perkim Berau Maya Wandyana mengatakan, untuk relokasi pengerjaan kerap terbentur dengan anggaran oleh karena itu perencanaan akan dilakukan secara satu persatu.

“Untuk di tahun 2023 rencananya itu Kasai sudah masuk ke dalam program perencanaan penataan kawasan, kita juga mencari peluang ke pemerintah pusat agar ada anggaran yang bisa masuk kesana (Kasai) karena merupakan kawasan perdesaan prioritas nasional,” katanya saat dijumpai di ruang kerjanya.

“Intinya ada konsen kami kesana cuma tapi memang harus satu-satu karena terkendala dengan anggaran dan segala macam,” tambahnya.

Lanjut Maya tidak menutup kemungkinan kawasan lain yang bukan berada di bantaran sungai juga akan direlokasi, semisal wilayah dekat dengan ruang terbuka hijau dan permukiman padat. Saat ini yang akan dilanjutkan perencanaannya untuk tahun 2023 adalah penataan kawasan wisata kota tua Teluk Bayur.

“Kami juga berharap melalui perencanaan itu nanti ke depannya dari pemerintah bisa memperhatikan kawasan kumuh di daerah lain yang ada di Berau,” katanya.

“Jadi PR kita ini banyak untuk mengatasi permukiman kumuh di Berau, kawasan yang menjadi potensi tempat banyak dikunjungi orang itu akan menjadi prioritas kita, bukan hanya yang dekat dengan wisata tapi juga menyeluruh,” pungkasnya. (mik)

Bagikan