TANJUNG REDEB – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Wakil Bupati Berau, Gamalis, turun langsung meninjau Rumah Potong Hewan (RPH) di Jalan HARM Ayoeb, Kecamatan Gunung Tabur.
Dalam peninjauan tersebut, Gamalis memeriksa aktivitas pemotongan hewan, kesiapan petugas, hingga kondisi fasilitas penunjang yang digunakan untuk pelayanan masyarakat setiap hari.
Menurutnya, aktivitas di RPH Berau masih tergolong tinggi. Berdasarkan data pemerintah daerah, sejak awal tahun hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 105 ekor sapi telah dipotong, dengan rata-rata enam ekor per hari.
“Pelayanan di sini berjalan setiap hari. Artinya aktivitas cukup padat dan fasilitasnya harus benar-benar dijaga,” ujarnya, Senin (25/4/2026).
Ia menilai keberadaan RPH memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan keamanan daging yang beredar di masyarakat, terutama dari sisi kebersihan, kesehatan, dan sanitasi. Apalagi menjelang Idul Adha, permintaan pemotongan hewan diperkirakan meningkat signifikan.
Namun di balik tingginya aktivitas tersebut, Gamalis menemukan sejumlah fasilitas mulai mengalami penurunan fungsi. Salah satu yang menjadi perhatian serius ialah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dilaporkan mengalami kerusakan akibat tingginya mobilitas kendaraan pengangkut dan lalu lintas hewan berbobot besar di area rumah potong.
Meski demikian, ia memastikan operasional RPH tetap berjalan normal dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Selain persoalan fasilitas, Gamalis juga menyoroti keterbatasan sumber daya manusia di RPH. Menurutnya, jumlah petugas saat ini masih belum ideal untuk menunjang pelayanan yang optimal, terutama menghadapi momentum Idul Adha.
“Kita juga melihat kebutuhan tenaga di sini masih kurang. Ini perlu menjadi perhatian agar pelayanan bisa lebih maksimal,” katanya.
Dalam peninjauan itu, Pemkab Berau juga mencatat adanya perubahan pola masyarakat dalam pelaksanaan kurban. Tahun ini, jumlah hewan yang masuk ke RPH diperkirakan menurun dibanding tahun sebelumnya.
Jika pada Idul Adha tahun lalu jumlah pemotongan di RPH mencapai sekitar 28 ekor, tahun ini diperkirakan hanya berkisar 14 hingga 15 ekor.
Penurunan tersebut disebut dipengaruhi semakin banyaknya masyarakat yang memilih melakukan penyembelihan mandiri di lingkungan masjid maupun permukiman warga.
”Harapannya pelayanan di RPH tetap berjalan maksimal agar proses pemotongan hewan kurban tetap memenuhi standar,” pungkasnya.(Akm)
Jelang Idul Adha, Wabup Sidak RPH Gunung Tabur













