TANJUNG REDEB – Kondisi geografis Kabupaten Berau yang luas menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya pemenuhan indikator Kabupaten Layak Anak (KLA).
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas P2KBP3A Kabupaten Berau, Warji, mengungkapkan bahwa karakteristik wilayah Berau yang mencakup daerah pesisir, pedalaman, hingga kampung-kampung terpencil membuat implementasi program KLA membutuhkan upaya lebih besar dibandingkan daerah dengan wilayah yang lebih kecil.
“Kabupaten tentu berbeda dengan kota. Wilayah kita luas, jangkauan pelayanan juga lebih jauh, sehingga tantangannya lebih besar dalam memenuhi seluruh indikator KLA,” ujar Warji.
Selain itu, luasnya wilayah juga berdampak pada proses pengumpulan data dan pelaporan yang menjadi bagian penting dalam evaluasi KLA. Menurutnya, tidak semua wilayah memiliki akses dan kesiapan yang sama dalam mendukung sistem pelaporan berbasis indikator.
“Kita tidak hanya bicara soal program, tapi juga bagaimana data dari seluruh wilayah bisa terkumpul dengan baik. Ini yang menjadi tantangan tersendiri,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya mengatasi kendala tersebut melalui peningkatan koordinasi antarlintas sektor serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat daerah hingga kampung.
Perencanaan yang tepat dan kolaborasi yang kuat, tantangan geografis dapat diatasi sehingga pemenuhan indikator Kabupaten Layak Anak dapat berjalan lebih optimal dan merata di seluruh wilayah. (Ta)













