Bocah di Tanjung Redeb Terima Konten Sex dari Nomor Tidak Dikenal, Kasat Reskrim: “Ortu Harus Lebih Waspada” 

A-News.id, Tanjung Redeb – Tidak pernah terduga sebelumnya, seorang ibu rumah tangga bernama Nurul, warga Jalan Jenderal Sudirman, Gang Menara Indah, Tanjung Redeb anaknya ditelepon nomor tidak dikenal dan melakukan perbuatan tidak senonoh kepada buah hatinya yang masih berusia 8 tahun itu, Kamis (23/6/2022).

 

Pasalnya, seorang penelepon yang tidak tahu dari mana asalnya dan berjenis kelamin pria itu dengan sengaja menunjukkan alat vitalnya kepada buah hatinya. Sontak hal tersebut membuat Nurul geram.

 

“Saya tidak tahu tiba-tiba dapat panggilan video call, tulisan dikontaknya itu teman. Nah saya kira itu temannya, ternyata pas saya buka Astagfirullah kaget saya,” kata Nurul saat dijumpai di kediamannya.

 

Mencoba menerima informasi lebih jelas, Nurul kemudian mencoba meminta keterangan dari sang anak terkait nomor tersebut. Namun demikian, sang anak yang masih bocah tidak tahu menahu asal muasal nomor telepon yang menghubunginya itu.

 

Kata Nurul, anaknya memang sering bertukar nomor telepon dengan teman sebayanya. Hanya saja, saat kejadian nomor yang tidak diketahui orangnya itu tiba-tiba saja muncul dan awalnya dikira pemilik nomor itu adalah teman dari anak Nurul.

 

“Dia (anak Nurul) kira perempuan, chattingannya ini dari, Selasa (21/6/2022), saya belum melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Ferry Putra Samodra mengaku, baru tahu kalau ada kejadian video call sex (VCS) dengan sasaran anak perempuan ini melalui sesi wawancara. Ia mengimbau agar para orang tua yang memiliki anak di bawah umur bisa lebih mengawasi saat buah hatinya tersebut menggunakan alat telekomunikasi seperti telepon seluler.

 

Itu dimaksud, agar orang tua bisa meningkatkan kewaspadaannya kepada penggunaan telepon seluler kepada anak. Sehingganya, anak tidak menjadi korban tindakan asusila secara online yang dilakukan orang tidak dikenal.

 

“Agar kejadian ini tidak terjadi lagi di Berau. Karena anak di bawah umur ini tidak tahu apa-apa ini, mungkin direspon. Nah inilah yang perlu pengawasan dari para orang tua,” katanya.

 

“Apabila ada hal-hal tersebut terjadi, mohon dilaporkan saja kepada polisi biar kita tindaklanjuti tentang hal tersebut, karena ini sangat meresahkan,” tegas AKP Ferry. (Mik)

Bagikan