TANJUNG REDEB – Usai diverifikasi tim dari pusat, Dinas Pariwisata Berau mengaku optimis geopark Sangkulirang – Mangkalihat ini akan bisa mendapatkan pengakuan sebagai geopark Nasional di Indonesia. Namun, tak dapat dipungkiri jika masih banyak catatan dan dokumen yang perlu dilengkapi.
“Kalau di Kutim itu mungkin kemarin yang lebih kuat dia di geosite yang karst-nya, pegunungan dengan gua-guanya dan budaya. Kalau di Berau, pengembangan ekonominya, pariwisata, geosite-geosite kita sudah jauh lebih berkembang,” ujar Kepala Dispar Berau, Yudha Budi Santosa ditemui usai perjalanan akhir tim verifikator Geopark, Jumat (10/7/2026) siang.
Untuk Sangkulirang – Mangkalihat sendiri, dikatakannya memiliki perpaduan yang sangat bagus karena geosite Berau ada di pesisir dan kepulauan, sedangkan Kutim berada di pegunungan.
Dijelaskan Yudha, saat memasuki tahap bedah dokumen geopark, diakuinya masih banyak catatan yang perlu diperbaiki dan dilengkapi. Karena total Sangkulirang – Mangkalihat ada 26 geosite, namun hanya tiga yang bisa dikunjungi di Berau.
“Memang ada perbaikan, artinya untuk disusun ulang data-datanya itu kan, ada yang masih kurang, ada yang kurang lengkap, ada yang tidak tidak sesuai makanya kita disuruh mencari,” tambahnya.
Untuk jangka waktu yang diberikan adalah satu bulan agar bisa memenuhi apa yang diminta dan disyaratkan oleh tim nasional. Dan ini menjadi syarat utama untuk bisa masuk ke kategori Geopark Nasional, sebelum menuju ke Global.
“Kita optimis ya, karena kalau untuk geologinya, artinya batu-batuannya itu sudah tidak diragukan, kita geopark-nya sangat bagus dan sesuai. Cuma kita memperkuatnya yang di budaya dan ekonomi. Terus geodiversity-nya itu juga sudah, keanekaragamannya juga sudah diakui sangat bagus,” bebernya.
Untuk indikator penilaian dikatakan Yudha sangat banyak, mulai dari pengembangan, bagaimana keberadaan ini dilestarikan, dipertahankan, apakah ada melalui penelitian, perannya terhadap masyarakat sekitar, apakah mereka terlibat dalam menjaga mengelolanya, termasuk pengembangannya untuk untuk peningkatan ekonomi untuk memberdayakan mereka.
“Termasuk untuk promosinya selama ini bagaimana, terus bagaimana tim ini bekerja selama ini, apakah sudah sesuai dengan pedoman-pedoman yang diberikan apa tidak,” tutupnya. (Ard)













