Follow kami di google berita

Disdik Sudah Punya “Mesin PAD” Sendiri

TANJUNG REDEB – Ketika semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Berau diminta lebih kreatif dan berinovasi untuk mendapatkan pemasukan sendiri, hal ini juga benar-benar diaplikasikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Berau.

Kini, Disdik sudah bisa mendapatkan pemasukan sendiri dari hasil sewa aula gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Bangunan yang berada di Jalan Ramania ini sering dipusatkan untuk kegiatan pendidikan. Dan kini juga sering dipergunakan oleh pihak swasta.

“Dan ini masuk di dalam Peraturan Daerah (Perda), jadi sewanya itu per hari Rp1,5 juta. Dan jadwal sewa penggunaan gedung ini hampir full selama setahun kemarin,” terang Kadisdik Berau, Mardiatul Idalisah ditemui beberapa waktu lalu.

Bahkan, dalam 1 tahun kemarin, peningkatan PAD Disdik Berau mencapai 500 persen dari target yang diberikan. Sehingga, saat dilakukan pengajuan perbaikan gedung, mendapatkan support dari Pemkab Berau.

“Makanya kami dibantu pemerintah daerah untuk perbaikan. Dulu kan jelek banget, sekarang sudah bagus dan representatif. Ada videotronnya, nuansanya kedaerahan,” tambahnya.

Melihat hal ini, Disdik kedepan akan menambah PAD lagi dari berbagai sektor. Seperti yang saat ini sedang dilakukan pembangunan tepat di samping gedung SKB.

“Inginnya nanti ada pemasukan dari yang lain juga. Ini nanti ada gedungnya lagi yang dibangun. Itu ada ruang pertemuan yang juga nanti pasti untuk disewakan, kemudian ada rumah, kamar-kamar sewa khusus untuk guru atau peserta yang sedang melakukan kegiatan di SKB, yang diharuskan bermalam,” bebernya.

Tak berhenti sampai di situ, perempuan yang akrab disapa Lis ini juga sedang mencari sumber pemasukan lainnya seperti pembangunan gedung kesenian di sekolah. Sehingga sekolah punya gedung kesenian yang juga bisa disewakan.

“Saat ini kita sedang menginventarisasi lahan-lahan sekolah yang luas dan belum terpakai atau yang tidak termanfaatkan. Sekarang kita lagi inventarisir mereka untuk disuruh menanam palawija, atau buah-buahan seperti semangka dan jeruk, yang nantinya bisa dibeli oleh SPPG. Seperti di Kampung Tumbit Melayu yang sudah panen jeruk, dan sudah dibeli sama SPPG,” pungkasnya. (Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel