Angka Pasien Covid-19 Berau Kembali Naik Diduga Tertular Dari Pelaku Perjalanan

ANEWS, Berau – Kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Berau menaik kembali secara signifikan dan fenomena ini agak mengkhawatirkan, apalagi rencana akan dilaksanakannya sekolah tatap muka di sekitar pertengahan Juli 2021 yang akan datang.

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi saat ditemui, Jum’at. 25/6/2021 mengatakan bahwa dia memperkirakan fenomena naiknya kasus pasien positif Covid di Berau lebih dikarenakan banyaknya dari pelaku perjalanan.

Situasi covid pada saat ini terjadi kenaikan, tambah Iswahyudi, kenaikan ini terlihat dari trend dunia dan trend nasional. Setelah kita amati juga trend ini diakibatkan dari kasus perjalanan juga, banyak tertularnya setelah melakukan perjalanan, kemudian ke Berau.

“Semua orang-orang yang sakit ini ternyata kalau ditarik dalam 1 minggu ke belakang melakukan perjalanan, baik ke Jawa, atau ke Sulawesi dan sebagainya. Setelah itu terjadi penularan setempat, termasuk anggota saya di Talisayan dan beberapa keluarga disini terjadi penularan,” imbuhnya.

Dan orang-orang yang terindikasi covid hendaknya mau memeriksakan dirinya agar dapat ditangani dan tidak menularkan ke orang lain.

“Ini perlu diwaspadai oleh masyarakat. Beberapa kasus ini sebetulnya dari awal mereka tahu kalau mereka sakit, tetapi selalu berusaha menghindar bahwa dia covid sehingga dia tidak mau melakukan check sehingga pada saat sudah berat, sesak, baru dia telepon sana sini dan untuk segera diperiksa, ternyata positif. Hal-hal ini yang harus disadari masyarakat,” tandasnya.

Jadi harus kesadaran masyarakat, kalau ada gejala seperti covid, tolong segera check, apakah itu mandiri atau pun bukan. Itu yang harus dilakukan kalau tidak maka potensi kita akan lebih besar lagi.

Berkenaan itu juga kalau naik, akan berpengaruh pada persiapan pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka ini kita juga hati-hati, kemarin juga sarannya, kita masih jatah orange, masih memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka, tetapi tetap kita melihat kasus daerah-daerah yang tidak ada kasus, itu menjadi prioritas.

Tidak ada daerah yang ada kasus, itu harus lebih ekstra hati-hati. Artinya kalau tetap melakukan harus ada uji coba, jumlah yang ikut akan diminimalisir, lebih kecil kemudian persiapannya harus lebih matang.

Iswahyudi mengingatkan warga agar tetap waspada bila berkumpul dengan orang lain yang tidak dikenal, khususnya kalau makan bareng, yang kemungkinannya berasal dari daerah luar Berau. Karena kita tidak tahu apakah orang itu OTG atau seperti apa.

“Diusahakan tidak makan-makan bareng dengan orang yang tidak kita kenal diluar, kalau dalam rumah di lingkungan kita ok lah, tapi kalau sudah diluar hati-hati sekali,” tegasnya.

Dia juga mengatakan kalau ketemu orang di luar rumah, silahkan pakai masker, tetapi tidak makan-makan bareng.

“Silahkan ketemu dengan orang, tapi pakai masker,” ujarnya.

Karena kita tidak tahu dari orang-orang tidak dikenal itu yang mana, yang bisa menularkan wabah covid-19, yang variannya sudah semakin banyak, diantaranya varian Delta, yang dikabarkan memiliki masa inkubasi yang sangat cepat dan sangat mudah menular ke orang lain.

“Usahakan jangan makan bareng dengan orang yang tidak dikenal, di tempat makan di luar rumah, karena potensi tertular covid-19 sangat besar” tambahnya.

Sementara penerapan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas (5 M) harus dijadikan kebiasaan wajib selama masa pandemi covid-19.

Iswahyudi meminta masyarakat untuk memanfaatkan pelaksanaan vaksinasi gratis yang disediakan pemerintah, yang menurutnya secara umum akan mulai dilakukan pada Juli 2021 nanti, Karena menurutnya kita tidak bisa meghilangkan covid-19, Jadi vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan menjadi penting dan menjadi suatu kebutuhan yang harus dilaksanakan masyarakat. (yud/gil)

Bagikan