200 Ribu Bibit Kakao Unggulan untuk 200 Hektare Lahan Petani

TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perkebunan resmi memulai penyaluran bantuan 200 ribu bibit kakao secara bertahap sejak Sabtu (3/10) kepada delapan kelompok tani yang tersebar di enam kampung sentra budidaya kakao di Kabupaten Berau.

Bantuan strategis ini diperuntukkan bagi perluasan dan pengembangan areal tanam seluas 200 hektare. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkab Berau dalam memperkuat sektor perkebunan non-tambang, sekaligus mendorong peningkatan produksi kakao lokal yang telah terbukti memiliki kualitas daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan bahwa bantuan bibit unggul ini merupakan hasil pengusulan langsung Pemkab Berau kepada Kementerian Pertanian RI melalui momentum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

“Bantuan 200 ribu bibit kakao untuk 200 hektare lahan ini merupakan wujud nyata dukungan Menteri Pertanian Amran Sulaiman atas usulan yang kami sampaikan. Kami berkomitmen agar bantuan dari pusat ini terdistribusi tepat sasaran sesuai tingkat kesiapan lahan masing-masing kelompok tani,” ujar Bupati Sri Juniarsih.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa keunggulan geografis dan karakter tanah Kabupaten Berau sangat potensial untuk menghasilkan biji kakao dengan cita rasa khas dan kualitas ekspor.

“Kultur tanah Berau sangat cocok untuk budidaya kakao. Produk biji kakao kita bahkan sudah berhasil menembus pasar ekspor. Pemerintah daerah ingin memastikan produksi cokelat Berau terus meningkat secara konsisten untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin luas,” tambahnya.

Guna menjamin tingkat keberhasilan dan produktivitas tanaman, Pemkab Berau tidak hanya menyerahkan bantuan bibit fisik, tetapi juga menyiapkan skema pendampingan terpadu dari hulu ke hilir.

Dinas Perkebunan bersama tim penyuluh pertanian siap mendampingi para petani penerima bantuan secara langsung, mulai dari proses penanaman hingga pemeliharaan tanaman secara berkala.

Pemkab Berau secara proaktif juga sedang mengusulkan alokasi bantuan lanjutan, berupa pasokan pupuk dan penambahan bibit untuk perluasan areal tanam pada tahapan berikutnya.

Melalui program perluasan lahan dan penguatan kapasitas petani ini, Pemkab Berau optimistis komoditas kakao dapat menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan memajukan kesejahteraan masyarakat kampung secara merata. (ADV/Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel