Pemkab Berau Jemput Bola Anggaran Pusat demi Sulap Sektor Wisata

JAKARTA — Potensi keindahan alam Kabupaten Berau yang melimpah terancam tak maksimal menggaet wisatawan, akibat akses jalan yang belum memadai.

Menanggapi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengambil langkah tajam dengan menyambangi Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta demi memboyong dana pusat.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, secara langsung memimpin gerilya anggaran ini didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Fendra Firnawan. Langkah “jemput bola” ini dinilai krusial mengingat sektor pariwisata tengah dipatok menjadi mesin utama penggerak ekonomi daerah.

“Banyak objek wisata kita yang masih perlu mendapatkan perhatian, terutama akses menuju lokasi. Ini yang terus kita upayakan agar bagaimana aksesnya bisa lebih baik,” ujar Sri Juniarsih di sela-sela audiensi, Senin (21/9).

Bupati menegaskan bahwa keindahan objek wisata Berau tidak akan bernilai maksimal, jika tidak ditopang oleh konektivitas yang layak. Akses menuju destinasi unggulan dinilai masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang kerap menyulitkan mobilitas wisatawan maupun masyarakat setempat.

Terbatasnya ruang gerak APBD membuat Pemkab Berau tidak bisa bekerja sendiri mengejar target pembangunan infrastruktur secara serentak. Oleh karena itu, dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian PU dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar paling realistis saat ini.

“Peningkatan infrastruktur jalan ini ditargetkan memiliki multiplier effect. Mulai dari sektor pariwisata dengan mempermudah mobilitas wisatawan mancanegara maupun domestik menuju objek wisata prioritas,” tambahnya.

Selain itu, untuk sektor ekonomi lokal yakni membuka isolasi kawasan terpencil serta memperlancar arus distribusi barang dan jasa masyarakat sekitar. (ADV/*/Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel