Follow kami di google berita

Ini Penyebab BBM Berau Sempat Langka

TANJUNG REDEB – PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok dan penyaluran BBM untuk Kabupaten Berau dalam kondisi aman.

Permintaan kebutuhan dari sektor ritel bahkan disebut telah terpenuhi 100 persen sejak 1 hingga 7 September 2026.

Perwakilan Jober Pertamina Berau, Fungsional Suplai dan Distribusi Jober Patra Niaga Berau, Hari Yusono Pangestumenyebut kondisi stok saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasokan tambahan juga dipersiapkan melalui kedatangan kapal dari Balikpapan.

“Untuk stok pagi ini di Jober dalam kondisi aman. Ke depannya, kapal dari Balikpapan juga akan datang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) setiap hari mengacu pada Daily Of Throughput (DOT) sebagai dasar kebutuhan harian.

“Permintaan kebutuhan dari ritel sudah kami penuhi 100 persen DOT,” jelasnya.

Sementara terkait kelangkaan BBM yang terjadi pada 30-31 Agustus lalu, Pertamina menyebut kondisi tersebut dipicu keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Balikpapan.

Keterlambatan itu disebut disebabkan faktor cuaca serta adanya kapal pengangkut batu bara yang kandas di Sungai Alam Segar.

“Untuk keterlambatan kapal yang supply dari Balikpapan, ada dua faktor,” katanya.

Pertamina juga membantah dugaan adanya fraud atau kapal sengaja berhenti dalam perjalanan. Pemantauan pergerakan kapal dilakukan menggunakan GPS.

“Kami pastikan dari GPS, kapal tidak berhenti untuk melakukan fraud,” tegasnya.

Selain itu, proses pembongkaran BBM disebut memiliki berita acara sebagai dokumen pendukung. Kondisi losses atau selisih volume dalam proses pengangkutan juga masih berada dalam batas toleransi.

“Untuk menjawab tudingan adanya fraud, itu tidak betul karena ada berita acara pembongkarannya,” ujarnya.

Mengantisipasi kejadian serupa, Pertamina menyiapkan skema Alternative Emergency Supply (AES) apabila terjadi keterlambatan kapal.

Pasokan darurat pertama didatangkan dari Fuel Terminal Samarinda menggunakan mobil tangki. Namun, jarak Samarinda-Berau membuat distribusi membutuhkan waktu hingga sekitar 30 jam dengan kapasitas angkut yang terbatas.

“Dari Samarinda kami berhasil mendatangkan mobil tangki sebanyak tiga kali dengan kapasitas 16 ton,” ungkapnya.

Pertamina kemudian meningkatkan skema mitigasi dengan mendatangkan pasokan melalui kapal dari Fuel Terminal Tarakan. Tiga kapal SPOB digunakan untuk menutup kekurangan pasokan akibat gangguan distribusi pada akhir Agustus.

Langkah tersebut dilakukan agar kondisi stok kembali mencukupi memasuki September.

“Sebagai bentuk mitigasi kekurangan kebutuhan masyarakat di Berau, kami melakukan Alternative Emergency Supply menggunakan kapal dari Fuel Terminal Tarakan. Kami membawa tiga kapal SPOB untuk menutupi kekurangan akibat kejadian di akhir Agustus,” pungkasnya.(Akm)

Bagikan

Subscribe to Our Channel