Follow kami di google berita

Arm Roll Tak Bisa Ditambah Jika Warga Menolak

TANJUNG REDEB – Masalah sampah tak kunjung tuntas di Kabupaten Berau. Meskipun sudah ada arm roll atau kontainer sampah di beberapa titik, tak lantas membuat masyarakat sadar untuk membuang sampah pada tempatnya.

Keberadaan arm roll yang dianggap jauh dari pemukiman padat, sering menjadi alasan bagi masyarakat akhirnya memilih membuang sampah di titik terdekat dari rumahnya.

“Untuk arm roll ini sebenarnya sudah kita posisikan di area yang memang strategis. Tapi kalau memang dianggap masih kurang, kita bisa saja menambah selama warga sekitar menerima keberadaan arm roll itu,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Zulkifli Azhari ditemui beberapa waktu lalu.

DLHK, dikatakannya siap menambah arm roll selama masyarakat sekitar menyetujui adanya keberadaan tempat penampungan sampah sementara itu. Namun, selama ini penolakan dari warga lah yang menjadi kesulitan penambahan arm roll.

“Dimana ada masyarakat yang mau area pemukimannya bau sampah kan? Makanya kami juga tidak bisa asal menambah atau menempatkan arm roll itu,” tambahnya.

Keberadaan arm roll selama ini sangat penting guna menekan munculnya titik-titik pembuangan sampah liar. Namun, persoalan utama justru muncul saat menentukan lokasi penempatannya.

Akibatnya, sejumlah lokasi yang sebenarnya membutuhkan fasilitas penampungan sampah sementara belum dapat dilayani secara optimal.

Ketika DLHK berupaya menempatkan arm roll di kawasan tersebut, pemilik lahan maupun warga sekitar tidak bersedia menerima karena alasan lingkungan.

Karena itu, DLHK meminta pemerintah kampung, desa, maupun kelurahan untuk lebih aktif menyiapkan lahan yang dapat digunakan sebagai lokasi penempatan arm roll.

Menurut Zulkifli, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari arm roll, armada pengangkut hingga anggaran operasional. Namun keberhasilan program tersebut tetap membutuhkan keterlibatan pemerintah tingkat bawah dan masyarakat.

“Kita sudah sampaikan ke lurah dan desa. Kami punya arm roll, tinggal siapkan lahannya di mana supaya bisa ditempatkan dan diterima masyarakat,” pungkasnya. (Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel