TANJUNGREDEB – Kasus penyerangan antarpegawai di salah satu instansi Berau mulai mengungkap fakta lain dibalik insiden berdarah yang terjadi di Jalan Diponegoro, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, Selasa (19/5/2026).
Korban berinisial A mengaku pelaku MY selama ini dikenal temperamental dan beberapa kali terlibat keributan dengan rekan kerja di lapangan.
“Teman-teman sebenarnya sudah tahu dia sering membawa badik saat bekerja,” ujarnya usai pelaku diamankan polisi.
Menurut A, kejadian bermula ketika tim kebersihan sedang beristirahat setelah mengangkut ranting kayu di sekitar lokasi. Pelaku disebut tiba-tiba datang, dan langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.
Korban mengaku sempat berusaha menghindar dan melarikan diri ke rumah ketua RT yang berada di seberang jalan. Namun dalam upaya penyelamatan diri tersebut, dirinya tetap mengalami luka di bagian kaki.
“Dia sempat mengarah ke bagian perut saya, tapi saya berusaha menghindar,” katanya.
A berharap kasus tersebut diproses secara tegas agar tidak kembali menimbulkan korban lain di kemudian hari. Ia juga meminta kejadian itu menjadi perhatian serius bagi lingkungan kerja.
Sementara itu, Kapolsek Tanjung Redeb, Amin Maulani, mengatakan pelaku kini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga menyita barang bukti berupa badik yang diduga digunakan dalam aksi penyerangan.
“Seluruh keterangan masih kami dalami dan proses hukum tetap berjalan,” tegasnya. (Akm)













