TANJUNG REDEB – Rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern atau TPS3R di Kecamatan Sambaliung mulai diarahkan sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah berkelanjutan di Kabupaten Berau.
Namun, realisasi proyek tersebut masih bergantung penuh pada kepastian anggaran.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Fendra Firnawan, menegaskan pihaknya saat ini hanya berperan pada aspek teknis perencanaan dan pengawasan pembangunan.
Menurutnya, DPUPR belum masuk pada tahap konstruksi karena skema pendanaan proyek masih dalam pembahasan lintas instansi.
“Kalau tugas kami berkaitan dengan pengawasan dan kesiapan teknis pembangunan,” ujarnya.
Fendra menjelaskan, saat ini DPUPR mengusulkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan dokumen lingkungan sebagai langkah awal agar proyek memiliki landasan teknis yang jelas.
“Yang bisa kami siapkan sekarang DED dan dokumen lingkungannya dulu,” tegasnya saat wawancara beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, pembangunan fisik TPS3R modern tersebut tidak direncanakan menggunakan dana APBD murni. Pemerintah daerah saat ini masih membuka peluang pendanaan dari berbagai sumber, termasuk dukungan eksternal.
“Konstruksinya bukan dari kami. Kalau anggarannya ada, besok juga bisa kami kerjakan,” katanya.
Rencana pembangunan TPS3R ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Berau bersama PT Bumi Sanggam Labanan Lestari dan PT Jono Enviro Indonesia sebagai penyedia teknologi.
Fasilitas ini dirancang menggunakan teknologi modern, mulai dari kecerdasan buatan (AI), sistem penyaringan canggih, hingga teknologi pengolahan sampah berbasis keberlanjutan.(Akm)













