TANJUNG REDEB – Di tengah pemangkasan anggaran yang luar biasa, Pemkab Berau berupaya maksimal untuk mulai menghidupkan potensi lain yang bisa menambah pemasukan dan menggerakkan ekonomi. Salah satunya yakni UMKM dan Ekonomi Kreatif (Ekraf).
Namun, menghidupkan potensi lain itu tak bisa jalan masing-masing. Bahkan, perkumpulan komunitas maupun paguyuban juga diminta untuk ambil bagian.
“Seperti malam ini saya lihat ada suguhan khas dari Jawa yakni Wingko Babat. Itu sangat menarik jika diseriusi. Silakan dibuat kemasan yang menarik supaya bisa juga dijual secara luas, bukan sekadar suguhan. Itu sudah menghidupkan UMKM,” ujar Bupati Berau Sri Juniarsih saat pengukuhan pengurus Persela, Sabtu (25/4/2026) malam.
Dijelaskannya, Berau dengan semua potensi yang ada ini harus mulai pintar menghidupkan potensi sumber daya yang ada termasuk SDM-nya. Apalagi saat ini produk UMKM Berau juga sedang naik daun hingga dikenal di pasar internasional.
“Buat packaging yang bagus dan menarik dengan brand “Wingko Babat Asli Berau” pasti akan bisa dijual di pasaran,” tambahnya.
Wingko atau sering disebut Wingko Babat ini adalah makanan khas Indonesia. Wingko adalah sejenis kue yang terbuat dari kelapa muda, tepung beras ketan dan gula. Wingko sangat terkenal di pantai utara Pulau Jawa dan sering dijadikan oleh-oleh dari Jawa.
Dikatakan Sri Juniarsih, di Berau sendiri sudah banyak warga suku Jawa bahkan jadi mayoritas. Ini bisa dimanfaatkan sebagai pasar juga. Apalagi wisatawan yang masuk ke Berau juga banyak dari Pulau Jawa. Sehingga peluang pemasarannya sudah terbuka lebar.
“Dengan adanya paguyuban-paguyuban ini bisa menjadi sarana pengembangan SDM dan UMKMnya juga. Itu juga menjadi salah satu bentuk kontribusi ke tempat yang anda tinggali saat ini. Bersama-sama memajukan Berau,” tutupnya. (Ard)













