TANJUNG REDEB – Meningkatnya permintaan kakao, menandakan sektor perkebunan di Bumi Batiwakkal yang makin berkembang.
Seketaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, menyampaikan apresiasi atas berkembangnya sektor perkebuan kita, salah satunya komoditas kakao yang menjadi unggulan di daerah.
“Saat ini permintaan kakao bukan hanya nasional bahkan sampai ke pasar internasional,” ujarnya.
Dengan banyaknya permintaan, ini menandakan bahwa keberadaan kakao berdampak pada peningkatan nilai ekspor, dan juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
“Kita harus bersyukur, kedepannya semoga menjadi sumber pekerjaan baru bagi masyarakat Berau,” ujarnya.
Akan tetapi peran sektor swasta juga dibutuhkan dalam mendukung pengembangan kakao. Seperti perusahaan PT Berau Coal yang telah berkontribusi di berbagai program.
“Harapannya perusahaan lain juga dpaat berkontribusi, mengingat keterbatasan kemampuan pemerintah daerah,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan agar data permintaan kakao yang terus meningkat, termasuk potensi hingga ratusan ton per tahun dari berbagai negara, perlu diverifikasi secara cermat.
“Hal ini penting agar strategi pengembangan produksi dapat disusun secara tepat,” lanjutnya.
Sekda juga mendorong para petani untuk memanfaatkan peluang ini dengan mengembangkan lahan yang belum tergarap. Lebih lanjut, pemerintah daerah juga akan memberikan kemudahan serta dukungan untu sektor perkebunan kakao.
“Kita akan beri kemudahan regulasi, dan modal serta dukunga dari pemerintah pusat dan sektor swasta,” jelasnya.
Sebelumya, pada awal 2026, sebanyak 10 ton kakao Berau berhasil menembus pasar Prancis melalui perusahaan cokelat ternama Valrhona.
“Kerja sama terus terjalin dalam pameran di Amstermdam, Belanda, dengan permintaan pasokan mencapai 50 ton per tahun,” tegasnya.
Permintaan pun terus berdatangan dari berbagai negara. Jepang dikabarkan siap menyerap hingga 500 ton per tahun, sementara Swiss mencapai 50 ton per tahun.
“Banyaknya permintaan, kita masih ada tantangan, terutama kapasitas produksi lokal yang belum mampu serta standar kualitas internasional,” ujarnya.
Akan tetapi Pemerintah Kabupaten Berau, terus mendorong sinergi lintas sektor untuk menggandeng eksportir seperti PT KHASS, serta memperkuat pembinan petani.
“Kedepannya pengembangan industri hilir dan agrowisata kakao akan kita persiapkan,” pungkasnya. (Akm)













