TANJUNG REDEB – Ekonomi kreatif di Pulau Maratua tengah digencarkan. Bahkan, saat ini sudah ada rencana yang digagas oleh Diskoperindag Berau, untuk memberikan identitas ekraf itu.
Adalah limbah kelapa, yang akan dimanfaatkan dan diolah menjadi produk bernilai jual tinggi. Apalagi di Pulau Maratua sendiri memang banyak potensi kelapa yang sampai saat ini belum tergarap maksimal.
Batok, sabut, hingga batang kelapa yang sebelumnya dianggap limbah, kini mulai dilirik sebagai bahan baku utama untuk menciptakan produk kreatif dan bernilai ekonomi.
“Bahan bakunya ada di sini dan melimpah, sehingga kami coba laksanakan pelatihan untuk masyarakat sekitar karena kalau diolah dengan baik, hasilnya bisa bernilai jual tinggi tapi tetap terjangkau bagi wisatawan,” ujar Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita ditemui beberapa waktu lalu.
Ia menilai, hingga saat ini Maratua belum memiliki produk khas yang dapat dijadikan identitas daerah. Padahal, sebagai destinasi wisata unggulan di Berau, keberadaan oleh-oleh khas dinilai penting untuk memperkuat citra pariwisata dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
“Kalau ditanya apa oleh-oleh khas Maratua, belum ada. Ke depan kami ingin membangun branding itu. Jadi kalau orang datang ke Maratua tanpa membawa cendera mata dari bahan kelapa, rasanya belum lengkap,” tutupnya. (Adv/Ard)













