Follow kami di google berita

Pengendalian Inflasi Harus Jadi Perhatian Bersama

Pengendalian Inflasi Harus Jadi Perhatian Bersama

TANJUNG REDEB – Inflasi Kabupaten Berau per Januari 2025 lalu tercatat sebesar 0,28% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,94. Bahkan hingga Agustus lalu inflasi masih terjadi, dimana emas dan harga bawang merah menjadi salah satu faktor inflasi tersebut. Selain itu, pada awal tahun ini juga tidak terjadi kenaikan harga komoditas, sehingga masyarakat masih dapat menjangkau harga kebutuhan pokok di pasaran.

Untuk itu menurut Bupati Berau Sri Juniarsih, pengendalian inflasi harus menjadi perhatian utama. Keberadaan kios penyeimbang di Pasar Aji Dilayas, yang telah diresmikan oleh PJ Gubernur pada Oktober 2024 lalu, diharapkan dapat berkontribusi secara optimal dalam menjaga stabilitas harga. Selain itu, sambung Sri Juniasih, edukasi kepada masyarakat, terutama pelaku UMKM, harus segera dilaksanakan.

“Secara khusus, saya meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Berau bersama OPD terkait untuk terus memantau pasokan, terutama ketersediaan beras Bulog, serta memastikan distribusi yang lancar melalui distributor dan pedagang pasar,” ungkap Sri Juniarsih.

Disampaikan pula, bahwa upaya pengendalian inflasi ini menuntut pemerintah, untuk mampu menekan angka inflasi dengan berbagai strategi, termasuk pemberdayaan petani lokal. Hasil panen petani lokal perlu dioptimalkan agar dapat diakses oleh masyarakat dengan harga yang bersaing tanpa mengorbankan kesejahteraan para petani maupun ekosistem agraris secara keseluruhan.

“Kami juga berharap adanya dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, agar kebijakan pengendalian inflasi di Kabupaten Berau dapat terlaksana dengan baik dan sesuai harapan kita,” pungkasnya.

Sementara itu sebelumnya Plt Kabag Ekonomi Setda Berau, H.Syafri melaporkan bahwa saat ini inflasi di Kabupaten Berau berada di 2,6%, di atas dari inflasi provinsi Kaltim yaitu sebesar 1,7%. Ini cukup memberikan dampak yang signifikan kepada perekonomian masyarakat.

Gerakan menanam cabe secara serentak bersama dengan masyarakat, perluasan area tanam kebutuhan pokok, memastikan kelancaran distribusi pangan dan kebutuhan pokok dengan pemantauan di gudang, melakukan pemantauan distribusi bahan bakar bersubsidi dan gas bersubsidi berjalan dengan baik. Memastikan keterjangkauan harga bahan pokok serta pangan dengan cara sidak ke pasar khususnya di gudang distributor, dan melakukan gerakan pasar murah bersama dengan OPD terkait. (Adv/fan)

Bagikan

Subscribe to Our Channel