TANJUNG REDEB – Masyarakat rentan menjadi perhatian khusus bagi Pemkab Berau. Kepedulian untuk masyarakat golongan ini terus diberikan salah satunya yakni dengan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT).
Melalui program unggulan Bupati Berau, Sri Juniarsih dan Wakil Bupati Berau, Gamalis, bantuan langsung tunai (BLT) terus disalurkan bagi lansia tidak mampu serta anak yatim piatu dengan tujuan meringankan beban hidup sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.
“BLT bagi lansia dan anak yatim piatu tersebut merupakan salah satu program unggulan. Ini wujud kepedulian kami terhadap masyarakat rentan, baik anak yatim piatu yang miskin dan terlantar maupun lansia tidak mampu. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban mereka dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Bupati Berau Sri Juniarsih.
Bantuan ini tidak hanya disalurkan di 10 kelurahan, tetapi juga di 100 kampung melalui Alokasi Dana Kampung (ADK) dengan nilai yang sama.
Adapun alokasi anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1,9 miliar setiap triwulan. Artinya, dalam setahun total bantuan yang disalurkan sebesar Rp 7,6 miliar, dengan sasaran 900 lansia dan 375 anak yatim piatu. Setiap penerima memperoleh Rp 500 ribu per bulan.
Penyaluran dilakukan di kantor kelurahan masing-masing, namun penerima yang berhalangan hadir tetap bisa mengambil pada hari berikutnya.
Selain itu, pencairan juga dapat dilakukan melalui bank penyalur setelah melapor ke petugas Dinas Sosial (Dinsos) Berau. Proses penetapan penerima, lanjutnya, dilakukan cukup selektif. Usulan berasal dari ketua RT, lalu diverifikasi di tingkat kelurahan sebelum disampaikan ke Dinsos.
“Rekomendasi RT menjadi dasar utama, karena mereka yang paling mengetahui kondisi warga di lingkungannya,” ungkapnya.
Sri Juniarsih juga meminta Dinsos, camat, lurah, dan ketua RT agar aktif memperbarui data masyarakat miskin di wilayahnya. Karena data penerima bantuan bisa berubah setiap bulan sehingga perlu diperbarui secara berkala. (Adv/fan)













