TANJUNG REDEB – Selain persoalan tenaga kerja lokal, permasalahan CSR perusahaan juga menjadi salah satu catatan dari hasil kunker Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud ke Berau beberapa waktu lalu.
Gubernur menyebut jika seharusnya, dengan hasil yang didapatkan perusahaan saat ini seharusnya angka kalkulasi CSR ikut naik, bukan di angka seribu rupiah lagi, melainkan minimal lima ribu.
“Program tanggung jawab sosial (CSR) juga menjadi perhatian dari Gubernur. Pemkab Berau pun berharap perusahaan yang beroperasi di Berau, bisa mengikuti apa yang diharapkan,” ujar Wabup Berau Gamalis ditemui Rabu (10/9/2025).
Seperti Gubernur, Wabup Berau Gamalis juga berharap agar keberadaan perusahaan benar-benar membawa dampak positif, tidak hanya soal produksi, tetapi juga kesejahteraan warga sekitar.
“Kalau bicara CSR, minimal 5 ribu sampai 10 ribu, kata Pak Gubernur. Nah, pertanyaannya, kita sampai tidak angka minimal itu? Jangan sampai hanya di atas kertas,” tegasnya.
Menurutnya, ketika CSR dan penyerapan tenaga lokal tidak berjalan seimbang, maka dampaknya akan terasa langsung pada perekonomian daerah, terutama masyarakat. (Adv/fan)













