TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Bank Indonesia atas komitmen dan dukungannya selama ini dalam mendukung pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Berau. Dukungan tersebut tidak hanya dari sisi permodalan, tetapi juga melalui edukasi dan peningkatan literasi keuangan yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Bupati Berau yan diwakili Sekda Berau Muhammad Said, menyatakan bahwa perhatian Bank Indonesia terhadap sektor-sektor strategis seperti UMKM, pertanian, dan sektor-sektor lain yang berada di wilayah terpencil sangat dirasakan dampaknya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia serta seluruh bank konvensional dan syariah yang ada di Kabupaten Berau, termasuk BSI, Bankaltimtara, Bank Mandiri, dan BPD, yang selama ini turut mendukung penguatan UMKM,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa permasalahan utama yang dihadapi UMKM saat ini adalah akses terhadap permodalan. Meski berbagai kegiatan telah dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung UMKM—seperti pelatihan, pengemasan produk, hingga promosi—ketersediaan modal tetap menjadi tantangan terbesar.
“Kami berharap pihak perbankan di Kabupaten Berau dapat memberikan akses yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mendapatkan pembiayaan, serta literasi pengelolaan keuangan dan administrasi. Kami percaya bahwa dengan komitmen bersama, UMKM Berau dapat tumbuh pesat dan menjadi alternatif lapangan pekerjaan di luar sektor tambang dan perkebunan,” lanjutnya.
Potensi Kabupaten Berau yang kaya akan sumber daya alam di sektor pertanian dan perikanan dinilai sangat mendukung pengembangan UMKM lokal. Pemerintah daerah pun aktif menyelenggarakan berbagai pelatihan dan kegiatan yang tersebar di berbagai dinas, seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Koperasi dan Perdagangan.
Kabupaten Berau yang juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur, terus mendorong agar UMKM dapat menjadi penunjang utama sektor pariwisata. “Setiap tahun kami menyelenggarakan pelatihan-pelatihan dan terus mendatangkan investor ke Berau. UMKM juga telah aktif terlibat dalam berbagai kegiatan tersebut,” tambahnya.
Pemkab Berau juga mendorong para pelaku UMKM untuk segera melakukan legalisasi usaha melalui sistem OSS di Dinas Penanaman Modal dan PTSP. Legalitas usaha ini dinilai penting untuk pendataan serta perlindungan melalui dinas ketenagakerjaan.
“Saat ini sudah ada lebih dari 100 UMKM yang telah menjadi mitra pemerintah dan terlibat dalam berbagai kegiatan. Kami optimis UMKM Kabupaten Berau akan terus berkembang dan menjadi unggulan di Kalimantan Timur,” tutupnya. (Adv/fan)













