Wartawan Diminta Jangan Kalah Cepat dengan Verifikasi

TANJUNG REDEB – Kecepatan bukan lagi satu-satunya ukuran dalam kerja jurnalistik. Di tengah arus informasi digital yang begitu cepat, wartawan dituntut mampu memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar teruji.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, saat membuka Workshop Relasi Media dalam rangka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Gedung RPJMD Bapperida Berau, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, wartawan tidak boleh menjadikan kecepatan sebagai alasan untuk mengabaikan proses verifikasi. Informasi yang diterima perlu dikonfirmasi sebelum diubah menjadi sebuah berita.
“Kalau mendapatkan informasi, jangan hanya mengambil dari satu sumber,” ujarnya.
Muhammad Said menilai kemampuan memeriksa data menjadi semakin penting karena informasi saat ini dapat menyebar luas hanya dalam hitungan menit.
Ia mendorong wartawan melakukan konfirmasi silang, terutama ketika menemukan perbedaan data dari sejumlah sumber.
Ia mencontohkan data yang disampaikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) perlu dibandingkan dengan sumber lain, termasuk data Badan Pusat Statistik (BPS), agar informasi yang dipublikasikan memiliki dasar yang jelas.
“Data itu perlu dikonfirmasi lagi,” katanya.
Menurutnya, pers tetap memiliki posisi penting sebagai salah satu pilar demokrasi. Media tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah.
Kritik media, lanjutnya, tidak seharusnya selalu dianggap sebagai upaya mencari kesalahan pemerintah.
Pemberitaan justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat persoalan yang masih perlu diperbaiki.
“Pers ini bukan semata-mata mencari kekurangan,” tuturnya.
Di sisi lain, Muhammad Said menyoroti semakin banyaknya pihak yang mengatasnamakan media tanpa identitas dan kelembagaan yang jelas. Kondisi tersebut dinilai dapat mengaburkan batas antara kerja jurnalistik dengan aktivitas lain yang membawa nama pers.
Karena itu, ia menilai kompetensi wartawan menjadi penting, baik bagi wartawan maupun pihak yang berhubungan dengan media.
“Pemerintah juga merasa lebih nyaman ketika berhadapan dengan media yang jelas dan wartawannya memiliki kompetensi,” ujarnya.
Ia menegaskan UKW tidak semestinya dipandang hanya sebagai proses mendapatkan sertifikat. Uji kompetensi menjadi kesempatan bagi wartawan untuk mengukur kemampuan dan memperkuat profesionalisme.
Terlebih, pekerjaan jurnalistik memiliki konsekuensi ketika berita yang ditulis menyangkut kepentingan publik maupun pihak tertentu.
“Menulis itu ada kompetensinya.Karena itu, kemampuan dan profesionalisme harus terus ditingkatkan,” katanya.
Muhammad Said juga mengingatkan bahaya informasi keliru yang disampaikan secara berulang. Menurutnya, pengulangan sebuah informasi dapat membentuk persepsi publik seolah-olah informasi tersebut benar, meskipun belum melalui pembuktian.
Karena itu, ia berharap wartawan di Berau tidak hanya menjadi pihak yang paling cepat menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi pihak yang mampu memastikan kebenarannya.
Workshop yang berlangsung 12–13 September tersebut diikuti dua kelas peserta UKW jenjang muda. Kegiatan diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dan profesionalisme wartawan dalam menghasilkan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.
“Kami berharap sinergi ini terus berjalan untuk menyampaikan kebenaran dan data yang tepat,” pungkasnya.(Adv/Akm)




















