Vaksin Habis Karena Kuota Rutin Dari Pusat Jauh Dari Cukup. Idealnya 75% dari Jumlah Penduduk

ANEWS, Berau – Kebijakan penerimaan jumlah kuota vaksin di daerah dari Satgas Covid-19 Pusat sepenuhnya ditentukan Satgas. Daerah hanya sebagai penerima dan pengguna saja.

“Daerah hanya pasif, yang menentukan mereka di pusat,” kata Iswahyudi, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Jum’at, 9/7/ 2021.

Menurut Iswahyudi masalah habisnya stok vaksin, pusat lah yang menentukan pengiriman vaksin tersebut, kabupaten hanya menunggu pengiriman dari pusat saja.

Menurut informasi, jelas Iswahyudi, pemerintah pusat melaui provinsi akan mengirim vaksin secara rutin sekitar 300 sampai 400 vial ke Berau setiap 2 minggu, namun realisasinya sering tidak tepat waktu.

Akan tetapi pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Berau juga akan berusaha melobi mereka di tingkat pusat agar kita bisa mendapatkan stok vaksin tambahan. Selain itu juga TNI/POLRI bisa membantu, yang awalnya untuk keluarga besarnya, tidak menutup kemungkinan kelebihannya bisa digunakan untuk masyarakat umum.

Seharusnya jadwal vaksin II sudah ada, namun besarnya animo masyarakat dan juga lantaran PPKM mengharuskan masyarakat untuk sudah vaksin guna keperluan berangkat dan lain sebagainya, atas pertimbangan itu pihak dinkes mengalihkan ke vaksin I, karena vaksin II ditunda.

“Juga tidak menjadi masalah, walaupun dalam konteks penyakit, mestinya itu juga harus diperhatikan,” ujarnya.

Idealnya stok vaksin yang seharusnya disiapkan pemerintah adalah 75% dari jumlah penduduk yang bisa divaksin. Mulai dari umur 12 tahun keatas yang bisa divaksin dalam 75% tersebut. Dan pada saat ini masyarakat yang baru selesai divaksin sebanyak kurang lebih 16 ribu orang dan itu masih jauh dari yang semestinya dicapai.

Ditambahkan Iswahyudi bahwa pemerintah pusat melihat laporan dari daerah terkait persediaan, penerimaan dan penggunakan vaksin yang diberikan.

Karena itu, Dinkes juga berupaya agar pelaporan mengenai vaksinasi ini cepat ter-update agar pihak provinsi bisa siap menstok kembali ketersediaan vaksinnya.

Adapun terkait proram vaksinasi gotong royong, pihak-pihak perusahaan besar sudah merasa siap untuk ikut serta, akan tetapi ketersediaan vaksin yang masih menjadi kendala saat ini. Hingga saat ini ada dua perusahaan yang melaporkan bahwa sudah mendapatkan kuota, yaitu PT BBA dengan 95 orang dan PT Dwi Wira 105 orang.

Kepala Dinas Kesehatan juga menegaskan bahwa kebanyakan yang lalu, yang terkena covid adalah orang-orang yang belum melakukan vaksinasi, seperti ASN, TNI-Polri, karyawan, pekerja Ojek online dan lainnya.

“Sebagian besar kasus covid ini membesar akibat kaum muda-mudi yang merasa kuat imunnya padahal bahayanya kalau sudah menjadi OTG dapat menularkan kepada orang-orang rumah yang mungkin imunnya lagi turun, yang akibatnya pada minggu-minggu ini sudah bermunculan klaster-klaster rumah tangga yang sulit dikontrol,” ujar Iswahyudi.

Agar kiranya pihak-pihak perusahaan dan dinas yang melakukan perjalanan keluar daerah untuk mengurangi aktifitasnya, agar tidak merugikan diri sendiri dan merugikan orang lain.

“Janji pemerintah pusat untuk mensuplay vaksin dalam dua minggu sekali nyatanya tidak selalu tepat waktu hingga sekarang. Vaksin yang dikirim ini adalah dari Satgas Covid Pusat dan Bio Farma, hingga saat ini belum ada kabar kapan dan berapa stok vaksin yang akan diterima oleh Berau,” bebernya.

Sejatinya Kepala Dinas Kesehatan Berau berharap agar seluruh masyarakat baik yang belum maupun yang sudah ikuti vaksinasi, agar tetap mematuhi prokes covid-19.

“Harapan Kepala Dinkes adalah supaya masyarakat yang sudah divaksin maupun belum divaksin agar selalu mengikuti Prokes dimana pun dan kapan pun, agar mencegah penularan virus covid ini,” tambah Kepala Dinkes Berau itu.

Walaupun perbedaannya, kemungkinan bisa teratasi dan tidak terlalu parah bagi yang sudah mendapatkan vaksin dan yang selalu mengutamakan prokes. (yud).

Bagikan