TANJUNG REDEB – Permasalahan sampah yang selama ini menjadi momok khususnya di daerah wisata, akan terpecahkan. Solusi yang diambil Pemkab Berau saat ini adalah dengan membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse and Recycle (TPS3R) hadir bukan sekadar tempat buang sampah, tapi solusi strategis.
Dengan hadirnya TPS3R ini, maka Pulau Derawan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Berau, akan semakin nyaman dikunjungi dengan hadirnya infrastruktur ramah lingkungan yang baru.
Infrastruktur ini baru saja diresmikan secara simbolis oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, beberapa waktu lalu.
Inisiatif ini lahir dari kolaborasi antara WWF Indonesia bersama Pemerintah Kampung Pulau Derawan, yang menilai pengelolaan sampah di kawasan kepulauan membutuhkan solusi khusus.
Sebab, letak geografis yang jauh dari daratan membuat armada pengangkut sampah sulit menjangkau lokasi ini.
Pulau Derawan sendiri sudah dikenal sebagai ikon wisata bahari Berau, bahkan pada 2024 lalu meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia dari Kemenparekraf.
Namun dengan meningkatnya aktivitas wisata dan ekonomi kreatif di kawasan pesisir membawa tantangan baru, yakni penumpukan sampah plastik dan limbah rumah tangga.
Dengan adanya TPS3R, sampah tidak lagi hanya menunggu diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan dipilah, diolah dan sebagian didaur ulang.
Harapannya, pencemaran lingkungan dapat ditekan, sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan.
“Derawan adalah wajah pariwisata Berau. Maka wajib kita dukung dengan pengelolaan lingkungan yang memadai. Kalau sampah tidak diatur, ekosistem laut bisa rusak dan wisata pun terancam,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga mendorong sinergi lintas sektor. Mulai dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Semua pihak diharapkan ikut mengawal pengelolaan sampah agar benar-benar berjalan efektif. Langkah ini juga sejalan dengan arah pembangunan RPJMD Provinsi Kalimantan Timur 2025–2029, yang menekankan pariwisata, ekonomi kreatif, serta UMKM sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. (Adv/Ard)













