Tim Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla Berhasil Tekan Hot Spot dan Wilayah Rawan Kebakaran

A-News.id, Berau – Dari Hasil Evaluasi Kegiatan Patroli Terpadu Pencegahan Kebakaran Hutan Tahap I di Kabupaten Berau yang dilakukan BPBD Berau, Jum’at, 24/9/2021, Tim patroli terpadu pencegahan karhutla berhasil mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, meskipun banyak hot spot yang terdeteksi. Ini juga karena prediksi BMKG adanya cuaca ekstrem dengan adanya curah hujan di beberapa titik di wilayah Kabupaten Berau sehingga menjadikan tidak terjadinya kebakaran hutan atau lahan yang biasanya rawan.

Selain itu sosialisasi dan penyadartahuan akan bahaya karhutla yang dilakukan tim patrol terpadu yang terdiri dari unsur TNI/Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan BPBD, kepada masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana di 11 kecamatan berhasil merubah mind-set masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, hal itu disampaikan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Berau, Wijil Rahadi, Jumat, (24/9).

Rapat evaluasi dipimpin Kabid PK, Ir. Wijil Rahadi dan Kepala Daop Manggala Agni Paser, yang juga dihadiri Kasi PK, Eka Yuliansuah, para korlap dan unsur-unsur Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan unsur TNI /Polri.

Dalam rapat evaluasi itu, para korlap patrol terpadu yang terdiri dari Manggala Agni Berau dan Paser, serta MPA menyampaikan kendala dan tantangan yang dihadapi serta cara mengatasi permasalahan yang ditemukan di lapangan.

Ada beberapa kesimpulan dalam pelaksanaan kegiatan tahap I, lanjut Wijil yaitu sepertinya adanya pergeseran sasaran lokasi yang tadinya dikategorikan rawan di tahap II, akan dialihkan ke lokasi lain, karena dianggap masyarakat di lokasi rawan di tahap I tadi sudah tersosialisasikan tentang aspek pencegahannya.

“Misalnya, kayak wilayah Teluk Bayur itu kemarin lokasi yang jadi sasaran Labanan Makarti dan Tumbit Melayu, ternyata wilayah yang lebih rawan itu Labanan Makmur. Jadinya kemungkinan di tahap II nanti akan kita revisi, karena tahap I sudah sosiaslisasi patrol terpadu ini di Labanan Makarti, sudah bisa dikatakan, cukup sih belum, cuma masyarakat sudah cukup teredukasilah, dan akan kita alihkan ke lokasi baru,” katanya.

Ditambahkan oleh Wijil, bahwa hot spot banyak dari satelit, baik Lapan, maupun dari aplikasi Sipongi, cuman semuanya tertangani dan jumlahnya jauh berkurang dari tahun-tahun sebelumnya.

BPBD Bersama Manggala Agni, TNI/Polri beserta Masyarakat Peduli Api yang tergabung di dalam Tim Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla akan melaksanakan kegiatan tahap II di Oktober.

Patroli terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan tim terpadu di 11 kecamatan pada dasarnya untuk memberikan penyadartahuan akan bahaya kebakaran hutan dan lahan sambil melihat di wilayah-wilayah rawan itu kemungkinan adanya embung-embung air yang sewaktu-waktu bisa digunakan ketika terjadi kebakaran.

Sementara Kasi PK BPBD, Eka Yuliansyah menambahkan bahwa selain sosialisasi, tim patrol terpadu juga memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara pembukaan lahan dengan cara tanpa bakar (PLTB), antara lain dengan memanfaatkan limbah kayu untuk dijadikan cuka kayu atau briket yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat itu sendiri.

Masyarakat di wilayah titik rawan karhutla itu diedukasi terkait teknik dan cara pembuatan cuka kayu dan briket, sehingga limbah kayu tidak lagi dibakar seperti sebelum-sebelumnya.

Dengan pola itu diharapkan kemungkinan kerawanan terjadinya kebakaran hutan dan lahan akan jauh berkurang dan mungkin tidak akan ada lagi. (dit)

Bagikan