Tiga Cabor Tradisional Diperlombakan

Anews, Tanjung Redeb – Bertempat di gedung Graha Pemuda, Tanjung Redeb, Dinas Pemuda dan Olahraga Berau memperlombakan tiga olahraga tradisional. Ketiganya meliputi Balogo, Enggrang dan Gobak Sodor atau hadang, Selasa (22/6/2021).

Perlombaan tersebut, dibagi menjadi dua kelas, yakni kelas pelajar mulai tingkat SMP hingga SMA dan tingkat umum. Untuk SMP dan SMA masing-masing diikuti oleh 4 sekolah di empat kecamatan terdekat, sedangkan 6 instansi terdaftar di kategori umum, dengan jumlah peserta 50 orang.

Lantaran masih dalam suasana pandemi covid-19, peserta pun dibatasi dengan tidak diselenggarakan tanpa penonton.

Tujuan pelaksanaan lomba olahraga tradisional tersebut, dikatakan Ketua Panitia Lomba, HN Nuransyah adalah sebagai bentuk melestarikan aset budaya dan warisan turun temurun dari masyarakat yang saat ini juga masih ada peminatnya.

“Itu yang harus kita lestarikan sebagai hasanah, budaya baik daerah maupun bangsa,” ujarnya.

“Untuk kita ketahui saat ini olahraga tradisional ini hampir punah di tengah-tengah masyarakat akibat perkembangan zaman dan teknologi, oleh karena itu kita mencoba untuk melestarikan olahraga tradisional ini salah satu caranya adalah dengan mengadakan lomba,” jelasnya.

Lanjut HN Nuransyah, untuk ke depan pertandingan serupa diupayakan juga dapat kembali digelar dengan cabang olahraga tradisional yang semakin banyak, serta pelaksanaannya pun diusahakan akan digelar secara berkala tiap tahun disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

“Untuk sistem penilaian itu memang ada aturan-aturan baku untuk standar nasional, lomba ini juga bukan yang pertama kalinya digelar, sebelumnya juga pernah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Berau Amiruddin mengapresiasi dengan adanya perlombaan olahraga tradisional yang digelar tersebut, dirinya cukup yakin dengan pelaksanaan itu dapat memberikan keseimbangan antara olahraga modern dengan tradisional.

“Apalagi sekarang ini sudah dilombakan secara nasional, yang harusnya di 2021 ini tapi karena pandemi jadi diundur,” katanya.

Oleh karena itu pula, dirinya optimis dengan pelaksanaan tersebut bisa mencetak bibit-bibit atlet olahraga tradisional di Kabupaten Berau yang bisa dibina dan ikut dalam pertandingan di taraf nasional.

“Ke depan tidak menutup kemungkinan kita bakal menambah mungkin cabang-cabang lain namun sekarang kita masih inventarisir,” ungkapnya.

“Memang sementara ini kita paling tidak harus memasyarakatan dan mempromosikan karena ini punya banyak muatan lokal seperti pariwisata dan sejarah,” tandasnya. (mik)

Bagikan