MARATUA – Keluhan terkait sampah di Pulau Maratua masih menjadi permasalahan serius. Apalagi, sampah yang ada bukan hanya sampah rumah tangga. Melainkan juga ada sampah kiriman luar pulau.
Persoalan sampah ini pun mempengaruhi kondisi empat kampung di Maratua, yang kini masih memerlukan perhatian serius dalam penanganan sampah.
Sumber sampah di pesisir Maratua bisa dipetakan menjadi empat kategori sampah dari kapal, wisatawan, domestik, serta sampah kiriman dari luar daerah bahkan luar negeri. Ia mengungkapkan bahwa setiap tahun ditemukan sampah kiriman berupa plastik hingga kayu yang diduga berasal dari perairan regional seperti Filipina, Malaysia, Vietnam, hingga Thailand.
“Sampah di wilayah pesisir tidak hanya dari aktivitas warga setempat. Ada juga dari kegiatan pariwisata, dan sampah kiriman yang terbawa arus laut dari luar daerah bahkan lintas negara,” beber Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau, Mustakim Suharjana saat menghadiri musrenbang beberapa bulan lalu.
Kondisi ini diperparah dengan banyaknya kayu kiriman yang menumpuk di pantai, sehingga merusak estetika kawasan wisata. Untuk penanganan skala besar, DLHK membuka peluang pengusulan alat berat melalui skema perencanaan daerah agar kebersihan pantai tetap terjaga.
Mustakim juga berkomitmen untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah, terutama di wilayah pesisir dan kepulauan yang menghadapi tantangan unik.
Dirinya memastikan persoalan operasional, termasuk dukungan pembiayaan, akan dibenahi agar pengangkutan sampah tidak lagi bergantung pada kendaraan yang tidak memadai.
“Untuk Maratua, saat ini ada 11 personel yang ditugaskan. Satu orang ASN dan 10 tenaga kontrak yang bekerja dengan dukungan fasilitas,” jelasnya beberapa waktu lalu, Rabu (11/2/2026).
DLHK telah menyiapkan sejumlah sarana pendukung, diantaranya satu unit mobil angkutan sampah, kendaraan roda tiga, serta kendaraan operasional lainnya. Dengan fasilitas tersebut, diharapkan tidak ada lagi tumpukan sampah di pinggir jalan maupun di kawasan wisata.
“Secara teknis kami siap mendukung, tetapi dalam penyusunan peraturan kampung perlu kolaborasi antarlintas sektor agar pengelolaan sampah bisa berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Mustakim, kebersihan adalah wajah utama destinasi wisata Maratua. Pantai yang bersih akan meningkatkan daya tarik wisatawan dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat setempat. (Ta)













