TEMPAT WISATA DIPERBOLEHKAN BUKA, KADISBUPAR BERAU: KITA TETAP MONITOR DAN PERKETAT PROTOKOL KESEHATAN

ANews, Berau – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno beberapa waktu lalu menegaskan mudik lebaran tahun 2021 tidak diperbolehkan dan dilarang oleh pemerintah.

Namun Sandi mengatakan, orang yang hendak berwisata diperbolehkan asalkan mengacu pada protokol kesehatan.

“Wisata yang dalam bingkai PPKM Skala Mikro dengan mengacu protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, bersinergi dengan pemda dan Satgas Covid-19 pada prinsipnya diperbolehkan,” ucap dia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau Masrani

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau Masrani mengatakan, pada prinsipnya mendukung arahan atau instruksi tersebut. Tetapi kata Masrani yang diperbolehkan berkunjung hanyalah masyarakat lokal setempat.

“Tetapi tentunya kita tetap memperhatikan serta memonitor protokol kesehatan dan kebersihan di tempat-tempat wisata,” katanya saat ditemui, Rabu (28/4/2021).

Di sisi lain dari arahan tersebut, Masrani menilai dampak positif yang ditimbulkan adalah tingkat pendapatan masyarakat setempat yang membuka usaha di destinasi wisata ikut naik.

“Karena kalau kita tutup secara total kemungkinan saja penghasilan mereka yang sudah terbiasa dari pendapatan dari dampak kunjungan wisata ya artinya betul nol bukan lagi berkurang,” ucapnya.

“Alhamdulillah sampai saat ini objek wisata kita tetap kita buka semua, bahkan tempat wisata favorit itu semua sudah masuk ke zona hijau berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan semacam Maratua, Labuan Cermin dan Derawan,” sambung Masrani.

“Tetap kita hati-hati dan memperhatikan protokol kesehatan itu, jangan sampai zona hijau itu membuat kita terlena atau menganggap kita sudah bebas (dari covid-19),” pintanya.

Kepala Disbudpar Berau itu mengaku tetap ada rasa cemas dengan objek wisata yang dibuka pada libur lebaran Idul Fitri. Sebab di momen seperti itu, lonjakan wisatawan meningkat drastis.

“Bagaimana juga tetap kita ada kekhawatiran, makanya kita waspada dengan memperketat protokol kesehatan,” ujar Masrani.

“Kalau kita melihat SOP yang sudah dibuat oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata seperti di Kakaban, Kaniungan dan Labuan Cermin ada batasan-batasan jam yang sudah kita tetapkan. Misal kalau semacam di Kakaban dia berkunjung 3 jam dengan maksimal 25 atau 30 orang habis itu gantian klaster selanjutnya,” jelasnya.

“Kalau mereka mematuhi protokol itu Insya Allah covid-19 ini bisa kita kendalikan penularannya,” tutup Masrani.(mik)

Bagikan