SEPAKAT, 17 JULI BELAJAR TATAP MUKA

ANews, Berau – Dinas Pendidikan Kabupaten Berau sepakat akan memulai kegiatan belajar tatap muka mulai 17 Juli 2021 mulai dari tingkat SD hingga SMP.

Dalam pelaksanaannya, Wakil Bupati Berau Gamalis menuturkan, tetap dengan prinsip-prinsip penyelenggaraan pendidikan pada umumnya. Yang direncanakan berlaku menyeluruh se-Kabupaten Berau baik di Kecamatan hingga Kampung.

“Karena kalau kita berpatokan pada pandemi tentu Tanjung Redeb ini selalu (zona) merah kalau itu terus yang kita jadikan patokan tentu kita tidak akan pernah melakukan pembelajaran tatap muka,” ujar Gamalis, usai rapat, Selasa (11/5/2021).

“Makanya kita mengambil agar supaya uji coba PTM itu nanti tidak hanya pada kecamatan tapi juga kampung yang sudah siap,” tambahnya.

“Karena di beberapa kecamatan kita ini sudah ada yang (zona) hijau dan rentan waktu frekuensi (zona) hijau itu lama tidak seperti Tanjung Redeb yang naik turun, kadang kuning, merah,” sebut Gamalis.

Gamalis menuturkan, kalau protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan secara ketat. Sedangkan tenaga pendidik kata dia, perlu menjadi sasaran utama vaksinasi covid-19 berikut staf-staf di sekolah.

“Baik pengajar maupun anak didik dilakukan prokes ketat, vaksin diutamakan bagi tenaga pengajar, karena anak-anak dibawah 18 itu tidak boleh divaksin (covid-19) maka hanya diprioritaskan bagi tenaga pendidik dan staf-staf sekolah tersebut, yang lain sama prokes kesehatannya,” katanya.

Karena sifatnya masih ujicoba, kebijakan lain yang ditetapkan pemkab adalah banyak murid pada setiap kelas hanya 30 persen dengan jadwal belajar dibagi ke pagi, siang dan sore.

“Kelas untuk sementara sesuai dengan penerapan new normal itu 50 persen dari kapasitas ruang tetapi diknas bukan 50 namun 30 persen dari kapasitas ruang yang ada. Itu yang diujicoba diawali dari 30 persen,” ujar Gamalis.

“Tetap akan mengikuti jadwal sekolah seperti biasa. Tapi ada kemungkinan sehari bisa ada tiga kali pertemuan karena berganti kan, pagi siang dan sore,” sambungnya.

Khusus Kecamatan Tanjung Redeb akan dilakukan pemantauan terlebih dulu sampai dengan pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Wilayah tanjung redeb kita menunggu jadwalnya pasca lebaran karena kita melihat lebaran nanti seperti apa kondisinya tergantung dari angka penyebaran (covid-19)nya,” ucapnya.

“Kalau dia disitu kondisinya stagnan kita bisa ujicoba tapi kalau dia meningkat kita tidak berani,” pungkasnya.(mik)

Bagikan