Saat Ruang Publik Jadi Nadi Rezeki Warga Berau

TANJUNG REDEB – Kehadiran ruang terbuka hijau (RTH) di Kabupaten Berau kini tak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota, melainkan juga menjadi penopang ekonomi bagi masyarakat lokal.
Hal ini terlihat nyata di kawasan Taman Cendana hingga Lapangan Batiwakkal setiap sore harinya.
Sambil menikmati kuliner lokal seperti mi ayam dan es campur, interaksi langsung dengan para pedagang di kawasan tersebut mengungkap betapa vitalnya keberadaan RTH bagi mata pencaharian mereka.
Ruang-ruang publik yang tertata rapi, terbukti mampu menyerap aktivitas ekonomi informal dan memberikan ruang rezeki bagi warga.
“Sore ini saya melihat bagaimana RTH ini dimanfaatkan baik oleh masyarakat maupun para pedagang. Sembari mendengarkan apa saja yang menjadi masukan, menjadi bahan untuk makin mempercantik taman dalam Kota Tanjung Redeb ini,” ungkap Bupati Berau Sri Juniarsih, Rabu (14/10).
Guna menjaga keberlanjutan geliat ekonomi warga ini, pembenahan dan penataan kawasan RTH oleh dinas terkait diharapkan terus bertahap dan berkelanjutan. Penataan yang estetis dan rapi dipercaya akan menarik lebih banyak pengunjung, yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan para pedagang kecil.
Di saat yang sama, para pengunjung dan pedagang diimbau untuk saling menjaga kebersihan area berjualan.
“Kepedulian bersama dalam merawat fasilitas dan membuang sampah pada tempatnya menjadi kunci agar pusat aktivitas ekonomi dan rekreasi ini tetap bersih, aman, dan nyaman untuk semua,” tambahnya.
Sejatinya, memiliki kota yang asri, bersih, dan nyaman dipandang adalah idaman setiap warga Berau. Namun, mewujudkan ruang publik yang ideal seperti di kawasan Taman Cendana dan Lapangan Batiwakkal membutuhkan kerja sama dua arah antara pemerintah dan masyarakat.
“Langkah dinas terkait dalam merawat dan mempercantik penataan kota patut terus didukung dan dimaksimalkan. Namun, keindahan fisik yang telah dibangun tidak akan bertahan lama tanpa partisipasi aktif dari warga yang memanfaatkannya sehari-hari,” tegas Sri Juniarsih.
Seruan untuk membangun budaya malu membuang sampah sembarangan dan menjaga fasilitas umum kembali digaungkan. Momen santai menikmati sore di taman sejatinya menjadi pengingat bahwa keindahan kota adalah cermin dari kepedulian penghuninya.
“Mari bersama-sama kita jaga fasilitas yang ada. Dengan rasa memiliki yang tinggi, Berau bukan hanya akan tampil semakin cantik secara visual, tetapi juga menjadi tempat tinggal yang tenteram dan nyaman bagi seluruh warganya,” tutupnya. (ADV/Ard)




















