TANJUNG REDEB – Berau Job Fair kembali digelar tahun ini. Namun, perbedaan terlihat jelas dengan adanya beberapa ritel yang masuk sebagai penyedia lowongan pekerjaan. Total ribuan pencari kerja (pencaker) yang mendaftar dalam job fair kali ini.
Hingga Rabu (39/7/2026) pagi, sudah ada 2.740 pencaker yang terdaftar dalam website Disnaker Berau. Mereka akan berebut posisi dan menjadi pelamar dalam 26 perusahaan yang membuka loker.
“Job Fair 2026 ini sebagai upaya memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran di daerah. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 29–30 Juli 2026,” ujar Kepala Disnakertrans Berau, Anang Saprani dalam laporannya di pembukaan Berau Job Fair 2026 di ballroom SM Tower.
Job Fair ini juga digelar untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung sehingga proses rekrutmen dapat berjalan lebih efektif. Beragam sektor perusahaan ikut berpartisipasi yakni pertambangan, perkebunan, perbankan, pembiayaan, ritel, perhotelan, klinik hingga perguruan tinggi.
Selain membuka bursa kerja, kegiatan juga diisi seminar ketenagakerjaan yang menghadirkan narasumber dari Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dan Disnakertrans Provinsi Kalimantan Timur.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau Gamalis mengungkapkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Berau pada 2025 berada di angka 4,40 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan 2024 yang mencapai 5,15 persen.
“Ini menunjukkan adanya perbaikan serapan tenaga kerja di pasar kerja daerah,” katanya.
Meski demikian, Gamalis menilai persoalan ketenagakerjaan masih menjadi tantangan. Menurutnya, terbatasnya kesempatan kerja dan kualitas tenaga kerja yang belum merata masih menjadi penyebab tingginya angka pengangguran.
“Di Job Fair ini, masyarakat memperoleh peluang pekerjaan, mendapatkan kehidupan yang layak, sekaligus menekan jumlah pengangguran maupun setengah pengangguran di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (Ard)













