Follow kami di google berita

Realisasikan Pembangunan Merata, Program RLH Dikebut

Realisasikan Pembangunan Merata, Program RLH Dikebut

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Salah satu program yang masuk dalam 18 program prioritas Bupati Wabup Berau terpilih.

Program itu adalah Rumah Layak Huni (RLH), yang kini memasuki tahap pelaksanaan di tahun anggaran 2025. Penyediaan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga termasuk di daerah.

“Pemerintah berkomitmen menyediakan RLH bagi warga yang tidak mampu. Sehingga, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur besar seperti jalan dan jembatan, namun juga harus menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama hunian yang layak dan aman,” tegas Bupati Berau Sri Juniarsih.

Bupati pun meminta agar seluruh kelurahan dan kampung segera menyelesaikan proses pendataan calon penerima bantuan agar pelaksanaan program tidak tertunda dan tepat sasaran.

Sementara itu, Pejabat Fungsional Pelaksana Pranata Izin Tinggal di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Berau, Yulius LW menyebut bahwa program RLH tahun 2025 saat ini masih dalam tahap verifikasi data.

“Saat ini, proses verifikasi dan kelengkapan data calon penerima manfaat masih belum rampung,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa hingga awal Juli 2025, sejumlah kelurahan dan kampung, khususnya di Kecamatan Tanjung Redeb, masih belum menyerahkan data lengkap.

Melalui program RLH tahun 2025, Pemkab Berau menargetkan pembangunan 46 unit rumah yang tersebar di tiga kecamatan. Anggaran sebesar Rp1,4 miliar telah disiapkan melalui APBD Berau. Ia pun menyebut ada 30 unit di Kecamatan Tanjung Redeb yang mana masing-masing lima unit di enam kelurahan.

“Sementara ada tujuh unit di Kampung Tabalar Muara, Kecamatan Tabalar dan sembilan unit di Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan,” tambahnya.

Dirinya pun menjelaskan setiap unit rumah dialokasikan anggaran sebesar Rp32 juta, yang terbagi menjadi Rp28 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp4 juta untuk upah tukang. (Adv/fan)

Bagikan

Subscribe to Our Channel