TANJUNG REDEB – Pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak di Kabupaten Berau menjadi tugas bersama semua pihak tak terkecuali Polres Berau. Dengan adanya dapur pelayanan gizi yang dibangun, Pemkab Berau memberikan apresiasi.
Dapur pelayanan gizi itu merupakan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Berau. Bupati Berau Sri Juniarsih pun memberikan support penuhnya dengan menghadiri peletakan batu pertama.
Kapolres Berau AKBP Khairul Basyar menyampaikan bahwa renovasi SPPG ini merupakan langkah awal dan wujud nyata komitmen polres berau dalam mendukung keberhasilan program makan bergizi gra tis (MBG) yang telah diwacanakan oleh presiden Republik Indonesia (RI).
“Pemenuhan gizi yang baik akan berkontribusi pada renovasi sumber daya manusia yang unggul. Kita harus memastikan generasi muda yang lahir dan tumbuh saat ini mendapatkan asupan gizi yang cukup dan berkualitas sejak dini,” ujar AKBP Khairul.
AKBP Khairul pun berharap dengan dukungan Pemkab Berau dan sinergitas dari seluruh elemen terkait program ini dapat berjalan sukses
“Satgas SPPG Polres Berau, berharap dengan kolaborasi yang baik dengan badan gizi nasional (BGN), serta dukungan Pemkab Berau Program ini dapat berjalan sukses,” tungkasnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini dan menyebut renovasi Gedung Widargo menjadi fasilitas SPPG ini merupakan solusi sementara yang strategis.
Ia juga mengatakan bahwa pemerintah daerah pun sebenarnya telah menyiapkan hibah lahan khusus untuk SPPG, namun proses regulasi dan administrasi yang panjang menyebabkan pelaksanaannya perlu dilakukan secara bertahap.
“Ini menjadi langkah cepat yang sangat dibutuhkan. Pemerintah tetap berkomitmen untuk memberikan hibah lahan di kecamatan lain guna mendukung keberlangsungan SPPG kedepan,” ujar Bupati.
Sebagai bentuk sinergi program nasional, Pemkab Berau juga telah mewacanakan program makan bergizi gratis di beberapa wilayah dan saat ini program tersebut mulai diterapkan di Tanjung Redeb, dan direncanakan akan diperluas ke Sambaliung, Gunung Tabur, hingga Teluk Bayur.
“Lebih dari 3.125 siswa dari tujuh sekolah menjadi penerima manfaat dalam tahap awal program ini,” tuturnya.
Dirinya pun menegaskan bahwa program ini selaras dengan visi pemerintah untuk membentuk generasi yang cerdas, sehat dan sejahtera. ia pun menyebut berjalannya program ini sekaligus mendukung upaya nasional dalam menekan angka stunting melalui konsumsi pangan bergizi, seimbang, dan aman (B2SA). (Adv/fan)













