TANJUNG REDEB – Tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Berau harus menjadi perhatian penting khususnya untuk Dinas Pendidikan (Disdik) Berau. Program ini pun digadang-gadang bisa menekan hingga mengurangi ATS yang ada.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina pun memberikan dukungan penuh untuk berjalannya program ini. Dan program ini harus direalisasikan secara nyata, jangan hanya sekadar wacana.
“Program ini kan bertujuan untuk mengurangi angka ATS ini. Agar terwujud, maka perlu dukungan strategi dan koordinasi yang kuat antarinstansi,” ujarnya ditemui beberapa waktu lalu.
Dengan aksi nyata ini, maka tujuan zero dropout bisa terwujud. Apalagi dengan adanya data yang akurat, anggaran yang cukup serta kolaborasi lintas sektor, maka program ini akan berjalan maksimal.
Sebelumnya, Disdik Berau menyebut jika program ini meliputi pendataan anak usia sekolah yang tidak melanjutkan sekolah dengan berbagai alasan. Mulai dari pindah domisili, masalah ekonomi keluarga, hingga akses geografis yang sulit terjangkau.
Anak-anak yang masuk dalam data akan diarahkan ke jalur pendidikan formal seperti SD, SMP dan non formal seperti Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM).
“Tantangannya adalah memastikan data yang masuk itu benar-benar valid. Apalagi untuk data yang ada di wilayah pesisir, kampung hingga pedalaman, yang sampai saat ini belum tercatat secara administratif,” tambahnya.
Agar lebih valid dan terverifikasi, perlu adanya tim Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melibatkan kecamatan, kampung, Dinsos hingga tingkat RT untuk membantu memastikan program ini benar-benar sesuai peruntukkannya. (Adv/Ard)













