Follow kami di google berita

Pos Jaga Dishub untuk Urai Kemacetan SPBU Bujangga

Pom Bensin Bujangga (Humas Polres Berau)

TANJUNG REDEB – Kemacetan yang kerap terjadi di sekitar SPBU Bujangga mulai mendapat perhatian serius dari Dinas Perhubungan (Dishub) Berau. Sejak 1 Juni 2026, Dishub resmi mengoperasikan pos jaga di kawasan tersebut sebagai langkah awal untuk mengurangi kepadatan lalu lintas akibat antrean kendaraan pengisian bahan bakar.

Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni, mengatakan keberadaan pos jaga difungsikan untuk membantu penertiban antrean dan mengingatkan pengendara agar tidak mengganggu akses jalan maupun pintu masuk rumah dan tempat usaha warga.

“Mulai 1 Juni kami sudah operasionalkan pos jaga di sana. Harapannya bisa membantu mengurangi kemacetan dan membuat antrean kendaraan lebih tertib,” ujarnya saat diwawancara beberapa waktu lalu.

Pos jaga tersebut ditempatkan di kawasan simpang dekat SPBU Bujangga, bukan tepat di depan lokasi pengisian bahan bakar. Petugas Dishub yang berjaga bertugas memberikan imbauan kepada pengendara agar tidak memarkir atau mengantre hingga menutup akses publik.

Rusnan menjelaskan, pihaknya tidak melakukan pengaturan langsung terhadap keluar masuk kendaraan ke area SPBU karena terdapat batas kewenangan. Apalagi ruas jalan di lokasi tersebut merupakan jalan nasional yang memiliki aturan tersendiri dalam penanganannya.

“Kami tidak sampai mengatur keluar masuk kendaraan di SPBU. Tugas kami lebih kepada mengingatkan,” jelasnya.

Ia mengakui, keterbatasan lahan parkir di SPBU Bujangga menjadi salah satu penyebab antrean kendaraan sering meluber hingga ke badan jalan, bahkan terkadang memanjang sampai di sekitar Kantor Kecamatan. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan gangguan lalu lintas yang lebih besar.

Menurut Rusnan, penempatan pos jaga merupakan solusi jangka pendek sambil terus membangun kesadaran para pengendara untuk tertib saat mengantre. Dishub juga berharap pihak SPBU dapat memastikan ketersediaan stok BBM sehingga antrean panjang bisa diminimalkan.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana semua pihak sama-sama menjaga ketertiban,” pungkasnya. (Akm)

Bagikan

Subscribe to Our Channel