TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menegaskan perannya dalam pelaksanaan Maratua Musik Festival (M2F) yang lebih difokuskan pada dukungan anggaran.
Sementara seluruh teknis pelaksanaan kegiatan ditangani oleh pihak ketiga atau event organizer (EO).
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, menjelaskan anggaran yang disiapkan pemerintah daerah dengan angka sekitar Rp950 juta itu, akan digunakan sesuai peruntukannya, mulai dari kebutuhan panggung, mendatangkan artis, transportasi, konsumsi, hingga aspek keamanan selama kegiatan berlangsung.
“Kami sifatnya mendukung dari sisi anggaran. Pelaksanaannya nanti dikerjakan oleh EO,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Menurut Yudha, mekanisme tersebut dipilih agar pelaksanaan festival lebih profesional dan seluruh kebutuhan teknis dapat dikelola secara terintegrasi oleh penyelenggara yang berpengalaman.
Disbudpar sendiri bertugas memastikan dukungan anggaran tersedia, sedangkan EO bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan acara di lapangan.
“Dana sudah disiapkan sesuai kebutuhan kegiatan,” katanya.
Yudha menambahkan, pemerintah daerah juga tetap membuka peluang keterlibatan pihak swasta melalui skema sponsorship.
Jika ada penyelenggara atau komunitas yang ingin menghadirkan event tambahan, termasuk Maratua Jazz, Disbudpar siap memberikan dukungan nonanggaran sesuai kewenangannya.
“Kami terbuka jika ada pihak yang ingin menggelar kegiatan dengan dukungan sponsor. Kalau ada yang bisa kami bantu, tentu akan kami fasilitasi,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak penyelenggara, Maratua Musik Festival diharapkan mampu menjadi salah satu agenda unggulan yang mendukung promosi pariwisata. (Akm)













