TANJUNG REDEB – Pemkab Berau terus memperkuat sektor pertanian sebagai pondasi pengganti pasca tambang. Salah satunya dengan menyalurkan berbagai jenis alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani di sejumlah kecamatan.
Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Junaidi, menjelaskan bahwa penyaluran Alsintan ini menyasar kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di beberapa wilayah.
“Bantuan Alsintan ini tidak hanya sekadar menyerahkan alat, tetapi juga disertai peningkatan kapasitas sumber daya manusia khususnya operator Alsintan, harus ditingkatkan agar alat ini benar-benar bermanfaat dan tidak terbuang percuma,” terang Junaidi.
Distribusi Alsintan ini bukan hanya untuk satu-dua wilayah saja, tetapi akan menjangkau seluruh 13 kecamatan di Kabupaten Berau. Ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah, untuk menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama ekonomi masyarakat Bumi Batiwakkal.
Bupati Berau, Sri Juniarsih menambahkan jika sektor pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan serius. Dua diantaranya adalah alih fungsi lahan yang terus terjadi serta berkurangnya tenaga kerja petani.
“Selain dukungan Alsintan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kestabilan harga gabah di tingkat petani. Pemerintah pusat telah menetapkan harga Rp 6.500 per kilogram yang akan diserap langsung oleh Bulog. Ini penting untuk memberi kepastian harga bagi petani saat produksi meningkat, sehingga mereka tetap mendapatkan keuntungan yang layak,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, dengan adanya bantuan Alsintan dan perhatian pemerintah terhadap harga hasil panen, masyarakat petani di Berau, termasuk di Buyung-Buyung dan wilayah kecamatan lain, optimistis pertanian mereka bisa semakin berkembang. (Adv/fan)













