TANJUNG REDEB – Struktur perekonomian Kabupaten Berau hingga kini masih bergantung pada sektor pertambangan dan penggalian. Dengan sektor pertambangan yang masih menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Berau dengan kontribusi sekitar 48 persen. Justru, sektor ini mengalami kontraksi, yang berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi daerah.
“Struktur ekonomi kita masih didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian. Ketika sektor ini mengalami penurunan, maka pertumbuhan ekonomi daerah ikut terdampak,” ujar Wakil Bupati Kabupaten Berau, H. Gamalis, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, kondisi ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif tersebut.
“Perlu adanya penguatan sektor-sektor lain seperti pertanian, perikanan, serta perdagangan agar mampu menjadi penopang baru perekonomian daerah,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan investasi di luar sektor pertambangan guna menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih beragam dan berkelanjutan.
Gamalis menegaskan bahwa diversifikasi ekonomi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi Berau ke depan, terutama dalam menghadapi fluktuasi sektor tambang yang sangat dipengaruhi kondisi global.
“Dengan memperkuat sektor non-tambang dan meningkatkan daya saing investasi, kita berharap pertumbuhan ekonomi Berau bisa lebih stabil dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Ta)













