Follow kami di google berita

Perbaikan Jembatan Gunung Sari Masih Tertunda

‎TANJUNG REDEB – ‎Kerusakan Jembatan Gunung Sari di Kecamatan Segah yang belum tertangani secara permanen sejak 2022 kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau.

‎‎Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan komitmennya agar perbaikan segera direalisasikan dengan menginstruksikan langsung DPUPR untuk mempercepat penanganan.

‎‎Menindaklanjuti hal itu, Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menyampaikan bahwa usulan pembangunan jembatan permanen sebenarnya telah diajukan sejak beberapa tahun terakhir, namun belum mendapat alokasi anggaran.

‎‎“Sejak 2023 kami terus mengusulkan pembangunan permanen,” ujarnya.

‎‎Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut diperkirakan mencapai Rp15 miliar, termasuk penguatan struktur dan penanganan tebing sungai di sekitar lokasi.

‎‎Sebagai langkah darurat, sejak 2022 DPUPR telah memasang jembatan bailey sepanjang 15 meter untuk menggantikan bentang yang longsor sekitar 8 meter.

‎‎“Penanganan saat ini masih bersifat sementara dengan konstruksi semi permanen,” jelasnya.

‎‎Meski masih dapat digunakan, Junaidi menegaskan jembatan bailey bukan solusi jangka panjang, terutama untuk jalur dengan aktivitas tinggi.

‎‎“Jembatan ini tidak dirancang untuk penggunaan jangka panjang,” tegasnya.

‎‎Lebih lanjut bahwa jembatan permanen telah masuk dalam prioritas usulan daerah sejak 2023.

‎‎“Perencanaan teknisnya sudah rampung,” katanya.

‎‎Namun demikian, hingga kini realisasi fisik belum dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran yang belum terakomodasi. (Akm)

Bagikan

Subscribe to Our Channel