PENGGUNAAN BOM IKAN DAN RACUN MARAK SEBABKAN PENDAPATAN NELAYAN TRADISIONAL BATU PUTIH MENURUN

ANEWS, Batu Putih – Maraknya penggunaan alat tangkap ikan destruktif termasuk penggunaan bom dan racun ikan, telah berdampak buruk terhadap pendapatan para nelayan tradisional, karena sumber daya ikan dan udang di perairan menurun drastis karena diduga akibat rusaknya gugus terumbu karang sebagai penyebab menyebabkan menghilangnya habitat perikanan di sekitarnya.

Nasir, Ketua Kelompok Nelayan Batu Putih

Hal itu disampaikan Nasir, Ketua Kelompok Nelayan Batu Putih kepada ANews, Sabtu, 12/12 terkait menurunnya pendapatan para nelayan tradisional di Batu Putih.

Dia merasa prihatin dan mengkhawatirkan kondisi perairan nelayan di Batu Putih dan sekitarnya akibat maraknya penggunaan alat tangkap destruktif maupun penggunaan bom dan racun ikan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, yang mengakibatkan tidak ada lagi udang-udang pembuat terasi dan ikan yang biasanya banyak terdapat di perairan Batu Putih.

“Kalau terasi sudah 1 tahun tidak ada karena ada racun,” ungkap Nasir

Warga nelayan tradisional itu juga berharap agar pemerintah maupun instansi terkait dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat Batu Putih akan dampak bahaya penggunaan alat tangkap destruktif termasuk penggunaan bom ikan dan racun untuk mematikan ikan.

Mestinya juga aparat kepolisian dapat melakukan penindakan secara hukum karena penggunaan alat tangkap destruktif itu melanggar aturan dan ketentuan.

Keluhan masyarakat nelayan Kecamatan Batu putih dengan sering adanya kegiatan pengemboman dan peracunan ikan telah menurunkan hasil tangkap dan pendapatan nelayan tradisional.

“Kegiatan pengeboman ikan dan pengracunan ikan yang mengakibatkan pengurangan pendapatan bagi nelayan serta rusaknya terumbu karang berefek ke perkembangbiakan ikan maupun udang yang sangat merugikan pihak nelayan,” ungkap Nasir. (daeng)

Bagikan