TANJUNGREDEB – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Berau membantah anggapan bahwa pihaknya tidak pernah turun langsung menangani kemacetan yang kerap terjadi di kawasan SPBU Bujangga, Tanjung Redeb.
Melalui Seksi Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Angkutan Darat, Dishub menegaskan personel telah beberapa kali diterjunkan ke lapangan untuk mengurai antrean kendaraan yang menyebabkan kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Berau, Rusnan Hefni melalui Kasi Wasdal Angkutan Darat, Syamsudin, mengatakan penanganan di lapangan rutin dilakukan, terutama ketika antrean kendaraan menuju SPBU mulai memanjang hingga badan jalan.
“Dishub ada turun ke lapangan terkait adanya kemacetan di SPBU Bujangga. Personel sudah turun untuk membantu mengurai kemacetan,” ujarnya.

Menurut Syamsudin, fokus pengawasan berada pada antrean kendaraan yang hendak masuk ke SPBU. Kondisi paling sering terjadi saat antrean kendaraan meluber ke jalan utama dan menghambat arus lalu lintas.
Personel Dishub pun diterjunkan untuk melakukan pengaturan, agar antrean tetap terkendali dan tidak menimbulkan kemacetan lebih panjang.
“Yang kami atur terutama antrean kendaraan yang masuk ke SPBU agar tidak terlalu panjang dan mengganggu pengguna jalan lain,” katanya.
Ia mengakui, upaya penguraian kemacetan yang dilakukan petugas di lapangan cukup efektif selama pengawasan berlangsung. Saat personel Dishub berada di lokasi, arus lalu lintas disebut kembali normal.
Namun persoalan kembali muncul setelah petugas meninggalkan kawasan tersebut. Antrean kendaraan kembali menumpuk dan memicu kemacetan.
“Pada saat kami di sana, kondisi aman dan arus lalu lintas kembali normal. Tapi ketika petugas sudah meninggalkan lokasi, biasanya antrean kembali menumpuk dan macet lagi,” jelasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa kemacetan di SPBU Bujangga bukan sekadar persoalan pengaturan lalu lintas sesaat, melainkan juga berkaitan dengan tingginya volume kendaraan yang mengantre untuk mengisi BBM.
Dishub menilai diperlukan kesadaran bersama dari pengguna jalan agar tetap tertib saat mengantre, sehingga kendaraan tidak sampai memakan badan jalan.
“Kita sudah beberapa kali turunkan personel untuk penjagaan di kawasan itu. Jadi memang ada pengawasan di lapangan,” tegas Syamsudin.
Kemacetan di kawasan SPBU Bujangga belakangan menjadi sorotan masyarakat karena antrean kendaraan, khususnya roda empat, kerap memanjang hingga mengganggu mobilitas pengguna jalan lain.
Menanggapi hal tersebut, Dishub memastikan akan terus melakukan pengawasan serta evaluasi untuk menekan potensi kemacetan berulang di kawasan tersebut.(Akm)













