Pemandu Wisata Wajib Punya Sertifikasi Profesi

Terancam Abrasi, Kampung Pulau Derawan Desak Pengadaan Alat Pencegah Abrasi Segera Direalisasi

TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata. Salah satunya lewat kegiatan sertifikasi profesi bagi pemandu wisata yang digelar tahun ini.
‎
‎Kepala Bidang Usaha Jasa, Sarana Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Berau, Nurjatiah, mengatakan sertifikasi ini penting agar pemandu wisata atau guide di Berau bisa lebih profesional dan diakui secara resmi.
‎
‎“Berau punya sekitar 280 potensi objek wisata, tapi dari 150 pemandu yang terdaftar di Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), baru sekitar 15 sampai 20 persen yang sudah bersertifikat,” jelasnya. Rabu (12/11/2025).
‎
‎Melihat kondisi itu, Disbudpar kembali mengadakan sertifikasi profesi. Tahun ini jumlah pesertanya meningkat menjadi 30 orang, setelah tahun lalu hanya diikuti 25 peserta.
‎
‎“Pesertanya berasal dari 13 kecamatan dan semuanya direkomendasikan oleh HPI,” tambahnya.
‎
‎Dalam pelaksanaannya, Disbudpar bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Angin Mamiri Makassar yang sudah dua tahun menjadi mitra.
‎
‎Nurjatiah juga menyebut, kegiatan serupa akan terus dilanjutkan. Bahkan, tahun depan direncanakan tidak hanya untuk pemandu wisata, tapi juga pekerja hotel dan sektor pariwisata lainnya.
‎
‎“Pariwisata itu tidak bisa berkembang tanpa SDM yang punya standar. Pengalaman saja belum cukup kalau belum punya sertifikasi,” ujarnya.
‎
‎Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi bagian penting dari peta jalan pengembangan ekonomi kreatif di Berau. Dengan SDM yang bersertifikat.
‎
‎”Kami berharap pelayanan wisata bisa lebih baik dan membuat Berau makin dikenal sebagai daerah tujuan wisata,” Tandasnya. (Adv/sal)

Bagikan

Subscribe to Our Channel